Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Melalui IPU di Bali, Puan Maharani Minta Peran Anak Muda Untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Melalui IPU di Bali, Puan Maharani Minta Peran Anak Muda Untuk Mitigasi Perubahan IklimMelalui IPU di Bali, Puan Maharani Minta Peran Anak Muda Untuk

Tayang:
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Harun Ar Rasyid
Istimewa
Ketua DPR RI, Puan Maharani di sela-sela sidang IPU ke-144 di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Badung, Bali, pada Kamis 24 Maret 2022 - Indonesia Terdepan dalam Isu Perempuan di IPU ke-144 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani menyebut perlunya peran anak muda menyikapi perubahan iklim tentang risiko dan manajemen di dalamnya.

Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan IPU menegaskan bahwa bahasan terhadap isu-isu perubahan iklim telah menjadi prioritas dan harus direalisasikan bersama-sama, termasuk salah satunya melalui parlemen.

Dengan relevansi besar kehidupan umat manusia dan potensi terjadinya malapetaka akibat pemanasan global, Majelis IPU ke-144 mengusung tema Getting to Zero: Mobilizing Parliaments to act on Climate Change”.

Ada banyak hal terkait iklim yang berpotensi membuat bencana, sehingga perlu membangun kesadaran melihat bersama berbagai driving factors yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Bagi kebanyakan orang ada jurang pemisah antara keasyikan menjalani kehidupan sehari-hari dan hal abstrak bahkan cenderung apokaliptik tentang kekacauan akibat perubahan iklim di masa depan.

Baca juga: Keren, PT KBI Siapkan Ekosistem Perdagangan Karbon Mitigasi Perubahan Iklim

Baca juga: ARTI MIMPI Melihat Teman Menangis, Pertanda Kamu Membutuhkan Seseorang

Baca juga: PERSIB BANDUNG Akan Berbagi Venue Dengan Bali United, Polda Bali Kirim Rekomendasi ke Mabes Polri

Untuk diketahui bahwa perubahan iklim adalah situasi di mana peningkatan emisi karbon yang dihasilkan oleh aktivitas produksi manusia dan berdampak pada peningkatan pemanasan iklim global yang dalam titik tertentu membahayakan masa depan keberadaan manusia.

Namun masih sangat sedikit dari masyarakat yang sadar dan mengambil tindakan serius baik di level personal atau komunal membangun kebiasaan (habit) untuk mengurangi produksi karbon sebagai kebiasaan baru, new normal, untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

Faktanya adalah semua akan mengalami dampak perubahan iklim dan bahkan untuk seorang environmentalis sejati sekalipun seorang diri tak akan sanggup menghadapi bahaya yang membayangi kehidupan.

Membangun kesadaran individual dan kolektif penting untuk mengatasi dampak buruk perubahan iklim.

Salah satu momentum penting bagi isu perubahan iklim dan berbagai tantangan ketika dijadikan bahasan utama dalam 144th Assembly of the Inter Parliamentary Union (IPU) di Bali.

Masuknya isu perubahan iklim dalam forum parlemen dunia adalah menjawab adanya keterdesakan mengatasi krisis iklim.

Salah kelompok yang dengan sangat keras menyuarakannya adalah kaum muda.

Suara-suara anak muda yang juga aktivis lingkungan seperti Greta Thunberg dari Swedia atau Melati Wijsen dari Bali, melalui berbagai gerakan berambisi agar para pemimpin dunia juga melihat isu krisis iklim Ini dan menjadikannya sebagai agenda politik penting bukan nanti, bukan besok tapi sekarang.

Kerusakan akibat dampak perubahan iklim sudah mulai terasa dalam 20 tahun terakhir.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved