Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
TERKINI SUBANG: Dituduh Terlibat Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak, Yoris Beri Tanggapan Menohok Ini
Lamanya pengungkapan pelaku Kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, membuat opini liar soal siapa tersangka semakin menyebar di media sosial.
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, SUBANG – Kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Subang hingga kini masih menjadi misteri.
Menuju bulan suci Ramadhan, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Suntana telah berjanji akan menungkap dalang di balik meninggalnya Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.
Lamanya pengungkapan pelaku Kasus Subang, membuat opini liar soal siapa tersangka semakin menyebar di media sosial.
Sala satu saksi kunci yang menjadi perbicangan Netizen adalah kakak mendiang Amalia dan anak dari Tuti yakni Yoris Raja Amanullah.
Menurut Netizen, dirinya dicurigai terlibat dalam kasus tersebut.
Dilansir Tribun-Bali.com dari Surya.co.id pada Kamis 31 Maret 2022 dalam artikel berjudul UPDATE KASUS SUBANG, Jawaban Santai Yoris Dituding Terlibat hingga Sengaja Gak Mau Pelaku Terungkap, hal tersebut lantaran Yoris yang mangkir dari pemeriksaan Polda Jabar pada 7 Maret 2022 kemarin.
Tidak hanya itu, Yoris pun sering mendapatkan serangan dari netizn di Kanal YouTube pribadinya.
"SAYA YAKIN YORIS TERLIBAT .MKANYA DIA SENGAJA KASUSNYA GAK TERUNGKAP," tulisnya @hadir arabiyah uny fahmi Hd.
Meskipun mendapatkan tuduhan yang kurang mengenkan, Yoris pun bersikap santai menanggapi hal tersebut.
Baca juga: UPDATE SUBANG: Diminta Melapor ke LPSK, Danu Angkat Bicara, Tanggapi Santai Soal Isu Menyudutkannya
Ia pun membalas komentar tersebut menyebut Polisi Indonesia cerdas.
"Tanyain penyidik ibu, saya cuma warga biasa, Polisi Indonesia cerdas. Kasus pasti terungkap PASTII YAKIN Amiin Amiin Ya Allah (imoji)," jawab Yoris.
Jawab Yoris Dituduh Terlibat Kasus Subang
Banyak yang mencurigai Yoris terlibat dalam kematian keluarganya, ia pun angkat bicara.
Yoris mengungkapkan hal tersebut merupakan suatu yang biasa, terlebih karena pengungkapan kasus Subang terbilang cukup lama.
"Gpp perspektif orang berbeda beda ... Lumrah setiap orang bisa d curigai termasuk semua saksi saksi".
Saat ditanaya apakah dia akan menuntut netizen dan YouTuber jika nantinya dinyatakan tidak terbukti, Yoris juga menanggapi santai.
"Nanti aja mbak aku hanya ingin pelakunya cepat tertangkap dulu! Aamiin aamiin aamii," tulisnya.
Tanggapan Danu Diminta Melapor Ke LPSK
Sedangkan, Muhamad Ramdanu alias Danu salah satu saksi kunci yang sempat dekat dengan Yoris pun juga merasakan hal yang sama seperti Yoris.
Foto oknum Banpol yang didapatnya pun disebut-sebut hanya sebuah editan.
Selain itu, ia pun sempat disarankan untuk untuk melapor ke LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).
Hal tersebut diketahui lewat salah satu tayangan YouTube.
Baca juga: UPDATE KASUS SUBANG: Danu Diminta Lapor ke LPSK, Ini Tangapan Kuasa Hukumnya: Biasa-Biasa Saja
Dilansir Tribun-Bali.com dari TribunJabar.id pada Rabu 30 Maret 2022, dalam artikel berjudul Kondisi Terkini Danu, Saksi Kasus Subang Curhat Dipandang Sebelah Mata, Kini Disebut Makin Bijak, Danu pun menanggapi kabar yang tengah menyudutkan dirinya serta soal meminta melapor ke LPSK.
Danu pun memberikan jawaban bijak mengungkap curhatan bahwa dirinya pasrah.
Menurutnya ia pun tak bisa berbuat apa-apa, karena ia yakin segala sesuatu yang menentukan Sang Maha Kuasa.
“Simple aja sih bang menurut Danu mah, apapun di luar sana, mereka yang menggoreng Danu istilahnya, mengembalikan ke mereka, yang menentukan kan Allah,” ujar Danu, dikutip Tribunjabar.id dari tayangan Heri Susanto, Selasa 29 Maret 2022.
Bila dirinya dicurigai, Danu meyakini kepribadian dan perilaku dirinya bisa dinilai publik.
Untuk menanggapi kecurigaan publik, Danu mengaku hanya bisa membuktikannya dirinya tak bersalah lewat perilaku yang baik.
Kemudian Danu mengungkap saat ini dirinya fokus terhadap dirinya sendiri.
Baik dalam melakukan aktivitas sehari-hari, bekerja sampingan hingga membantu orangtua.
Beberapa bulan menjadi saksi, Danu bahkan ia mengaku sempat trauma.
(*)