Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Ruang Belajar Siswa SD di Gianyar Sempit, KPPAD Bali akan Carikan Solusi

Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali, memberikan perhatian serius terhadap aktivitas belajar- mengajar di SMP Negeri 3 Gianyar.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Harun Ar Rasyid
ist
Komisioner KPPAD Bali, Made Ariasa saat berkunjung ke SMPN 3 Gianyar, Bali, Kamis 31 Maret 2022 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali, memberikan perhatian serius terhadap aktivitas belajar- mengajar di SMP Negeri 3 Gianyar.

Dimana dalam kunjungan Komisioner KPPAD Bali, I Made Ariasa, menemukan bahwa sekolah tersebut overload, mengakibatkan para siswa belajar dengan berdesak-desakan.

Komisioner KPPAD Bali, Made Ariasa, yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pengisian waktu luang dan disabilitas itu kepada wartawan, Jumat 1 April 2022, mengatakan, hasil pemantauan langsung ke beberapa kelas VIII dan IX yang didampingi plt. Wakasek diletahui bahwa siswa per kelas cukup gemuk yaitu antara 42-46
untuk kelas IX dan 48-50 untuk siswa kelas VIII.

"Saat dilakukan tanya jawab ringan kepada siswa secara umum kelas IX agak ragu-ragu menyebut tetap nyaman, tetapi untuk siswa kelas VIII rata-rata ada cukup banyak yang merasa kurang nyaman termasuk guru kelas yang mengajar saat itu," ujarnya.

Hal tersebut, kata Ariasa tak bisa dielakkan. Sebab, ada siswa yang berempat duduk dengan 3 kursi sehingga betul-betul mepet dan kesannya kurang leleuasa saat menulis.

"Laporan dari plt. Wakasek saat di ruang guru tercatat di papan total siswa dari kelas VII (492 siswa), kelas VIII (496 siswa) dan kelas IX (539 siswa) sehingga total semua 1.527 siswa. Total tenaga pengajar / guru ada 67 dengan komposisi 43 guru PNS dan 24 tenaga honor."

Baca juga: Jelang Ramadan Modal Kerja UMKM Aceh, Bali hingga Papua Meningkat, Akseleran Tumbuh 76 Persen

Baca juga: Ratusan Warga di Kuta Ikut Vaksinasi Menjelang Ramadhan 2022

Baca juga: Teco Dirayu Klub Thailand, Pelatih Bali United Tegaskan Setia Sama Bali United, Ini Katanya

"Dalam waktu dekat infonya akan ada 7 PNS yang pensiun sehingga dinilai bisa menimbulkan masalah proses
belajar mengajarnya. Hal ini tentu harus dijadikan perhatian dan segera dicarikan solusi demi pemenuhan hak pendidikan anak-anak yang sepatutnya," ujarnya.

Berdasarkan atas hasil kunjungan tersebut, kata dia,maka KPPAD Provinsi Bali segera akan menyurati Bupati Gianyar yang ditembuskan kepada para pihak terkait mulai dari Disdik Gianyar, Yayasan SMP Dharma Sastra, Kepsek SMP N 3 Gianyar, MKKS SMP Kabupaten Gianyar, Perbekel Desa seluruh Kecamatan Gianyar serta pihak terkait lainnya untuk segera mencarikan solusi yang tepat dan jangka waktu pendek terhadap permasalahan tersebut di atas.

Selanjutnya, kata dia, akan tetap dilakukan pemantauan atas proses lanjutan yang diharapkan dalam surat rekomendasi tersebut. "Semoga para pihak semuanya ikut bersama bekerja keras memikirkan solusi yang terbaik bagi pemenuhan hak Pendidikan anak-anak yang nyaman dan aman untuk jangka panjang," tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, Made Suradnya tidak menampik bahwa sekolah tersebut overload. Sebab tersebut menopang 10 desa.

"Untuk SMPN 3 Gianyar, pasti over pak krn sekolah ini ditopang oleh 10 desa, dan tahun kemarin sudah ada sebagian yang ke SMPN 3 Blahbatuh. Jadi penerimaan tahun 2021 penerimaan dibatasi. Mudah-mudahan di tahun 2022 lebih baik lagi. Dan, untuk sekarang mengingat dana, agar diatur dulu oleh sekolah," ujarnya.

"Solusinya sebenarnya adalah penambahan ruang kelas baru, tapi mengingat dana, solusi itu tunda dulu. Mudah-mudahan di tahun 2023 bisa dengan membuat menambah lantai di sebelah selatan. Meningkat menjadi 2 atau 3 lantai," imbuhnya. (*)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved