Berita Bali

Soroti Data PMI Bali Amburadul, Kariyasa Sebut Banyak Pekerja Migran Tak Dapat Perlindungan Negara

Kariyasa menyebut bahwa data yang tercatat secara resmi hanya berkisar 4.500-an orang PMI asal Bali

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Sosialisasi yang dilakukan anggota Komisi IX DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana bersama lembaga Negara dan instansi terkait di Inna Heritage Hotel, Denpasar, Sabtu 2 April 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana kembali menyoroti terkait persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menurut politikus PDIP tersebut, data PMI di Indonesia, khususnya Bali masih amburadul.

Kariyasa menyebut bahwa data yang tercatat secara resmi hanya berkisar 4.500-an orang PMI asal Bali

Data tersebut menurut Mantan Sekretaris Komisi III DPRD Bali itu tersebar di sembilan kabupaten/kota.

Baca juga: Penyelidikan Bolak-balik, Polda Bali Ambil Alih Lagi Kasus Penipuan PMI di Turki

Padahal, ia menjelaskan bahwa jumlah PMI asal Bali sendiri memiliki jumlah yang sangat besar hingga mencapai belasan ribu tersebar bekerja di berbagai negara.

“Baik di kapal pesiar, perhotelan maupun sebagai spa therapist.  Sehingga PMI seluruh Indonesia di berbagai sektor mampu memberikan kontribusi tertinggi nomor 2 pada devisa negara di republik ini,” ujarnya dalam kegiatan Sosialisasi yang dilakukan anggota Komisi IX DPR R I Ketut Kariyasa Adnyana bersama lembaga Negara dan instansi terkait di Inna Heritage Hotel, Denpasar, Sabtu 2 April 2022.

Pada kegiatan yang mengambil tema ‘Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Perlindungan menyeluruh kepada PMI sebagai VVIP’ itu terungkap bahwa jumlah devisa yang disumbangkan para PMI pada negara tahun 2021 mencapai Rp 160 triliun.

“Nilai tertinggi nomor dua yang berhasil disumbangkan setelah migas,” kata politikus PDIP ini.

Ia juga mengatakan bahwa melalui kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan karena selama ini banyak masalah yang dihadapi para pekerja migran Indonesia asal Bali.

Masalah paling hangat dan viral di media sosial (medsos) terlantarnya PMI di Turki beberapa waktu lalu.

“Kasus pekerja migran paling banyak berasal dari Buleleng dan parahnya keberangkatan PMI mempergunakan visa holiday (berlibur,red) dan kami tidak ingin hal itu terulang kembali,”ujarnya.

Kariyasa mengatakan, pekerja migran asal Bali memiliki keterampilan yang luar biasa dan kualitasnya dapat dijamin dan jumlah keberangkatan PMI asal Bali juga sangat besar.

Hal ini terjadi melihat peluang kerja dan gaji yang menjanjikan.

Ini membuat minat pekerja asal Bali untuk berangkat dari tahun ke tahun untuk bekerja ke luar negeri akan semakin besar.

Baca juga: Korban Tak Hanya dari Buleleng, Polda Bali Ambil Alih Lagi Kasus Dugaan Penipuan PMI di Turki

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved