Berita Klungkung

Puluhan Keris Khas Klungkung Akan Dipamerkan Seangkaian Hari Tumpek Landep

Puluhan keris akan dipamerkan di pelataran Pemedal Agung di Kota Semarapura, Jumat 8 April 2022 besok.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Koleksi keris di Museum Semarajaya Klungkung, Bali, yang akan dipamerkan di pelataran Pemedal Agung Semapura, Jumat 8 April 2022 besok. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Puluhan keris akan dipamerkan di pelataran Pemedal Agung di Kota Semarapura, Jumat 8 April 2022 besok.

Keris yang dipamerkan merupakan koleksi dari Museum Samarajaya, dan beberapa koleksi keris dari para kolektor.

Sejak pagi hari, beberapa petugas dari Dinas Kebudayaan Klungkung membersihkan puluhan keris yang selama ini menjadi koleksi Museum Semarajaya.

Tidak hanya keris, beberapa tombak juga terpajang rapi dan siap untuk dipamerkan.

Baca juga: Kunjungan Pertama Setelah 2 Tahun, Turis Polandia Berwisata ke Objek Kertha Gosa Klungkung

“ Pameran keris ini diselenggarakan serangkaian Hari Tumpek Landep yang jatuh, Sabtu 8 April 2022 mendatang. Jadi ada Program Gubernur untuk membuat program setiap hati Tumpek."

"Kalau kali ini, Tumpek Landep itu identik dengan benda tajam, sehingga kami gelar pameran keris ini,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung, Ida Bagus Jumpung Oka Wedhana, Kamis (9/4).

Ia menjelaskan, pameran akan berlangsung selama 3 hari. Koleksi keris di Museum Semajaya Klungkung yang akan dipamerkan berjumlah 27 keris, ditambah 4 tombak. Ditambah koleksi dari para kolektor keris di Klunngkung.

“ Keris koleksi ini memang tergolong keris baru, atau yang dibuat pasca zaman kerajaan. Tapi dari bentuk dan modelnya keris ini memang keris khas Klungkung,” ungkap Ida Bagus Oka Wedhana didampingi Kepala UPT Museum Semarajaya Cokorda Gede Nala Rukmaja.

Sementara ada juga tombak yang dihibahkan oleh pihak yayasan di Belanda, yang akan dipamerkan di Museum Semarajaya.

Menurut klaim pihak yayasan, tombak itu diambil dari beberapa museum di Belanda dan merupakan barang rampasan kolonial dari zaman Kerajaan Klungkung.

Baca juga: Klungkung Dapat DAK Rp 4,3 Miliar pada 2022, Digunakan untuk Penataan Kawasan Destinasi Goa Lawah

“ Seperti itulah klaim dari pihak yayasan itu, tapi kami belum cek keaslian tombak itu. Kami akan pamerkan juga tombak itu,” ungkapnya.

Menurutnya beberapa pusaka asli Klungkung masih tersimpan di Museum Nasional Jakarta, yakni Keris Arwadalika yang merupakan keris Raja Klungkung Ida Dewa Agung Jambe saat perang puputan. Serta tombak Ki Baru Gudug yang merupakan peninggalan Kerajaan Gelgel.

“Kami sebnarnya punya niatan untuk mencari-cari pusaka asli pada zaman kerajaan, dan itu banyak disimpan oleh masyarakat. Namun memindahkannya ke museum tidak mudah, karena warga biasanya menyakralkan itu sebagai pusaka. Sehingga kami biasanya hanya mencatat saja,” jelasnnya. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Klungkung
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved