Berita Bangli
Dinkes Bangli Rancang Program Vaksinasi Dengan Doorprize
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangli tengah merancang vaksinasi dengan bagi-bagi hadiah (dooprize).
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangli tengah merancang vaksinasi dengan bagi-bagi hadiah (dooprize).
Kegiatan ini bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bali.
Hal tersebut diungkapkan Kadiskes Bangli, I Nyoman Arsana, saat ditemui Senin (11/4).
Dijelaskan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan capaian vaksinasi khususnya vaksin booster.
Hanya saja, masih ada beberapa desa yang cenderung minim capaian vaksinasi boosternya.
Baca juga: Optimalkan PAD, Pemkab Bangli Bakal Pasang 20 Water Meter di Peternakan
Baca juga: Penerima BPNT dan PKH di Bangli Akan Dapat BLT Minyak Goreng
Baca juga: PALING HUMORIS! 3 Shio yang Selalu Bikin Tertawa, Ada Shio Tikus Hingga Shio Monyet
"Berdasarkan data masing-masing puskesmas, capaian terendah adalah di wilayah puskesmas Kintamani V. Puskesmas ini mewilayahi desa Songan, Belandingan, dan Pinggan," sebutnya.
Alasan minimnya capaian vaksinasi di daerah tersebut, lanjut Arsana, salah satunya dikarenakan kurangnya pemahaman akan sebaran virus Covid-19.
Arsana tak menampik jika virus ini memang tidak berbahaya, namun itu hanya berlaku bagi seseorang yang memiliki sistem imun bagus.
"Tetapi kalau keluarganya ada yang lansia, punya komorbid, dan tidak tervaksin, ini yang masalah. Selain itu yang mempengaruhi minimnya capaian vaksinasi adalah kondisi geografis," ucapnya.
Oleh karena itu, pihak Dinas Kesehatan Bangli meminta bantuan pada BIN Bali.
Arsana mengaku pihaknya sudah melakukan rapat tahap pertama.
"Sesuai rancangan, vaksinasi akan digelar dengan cara berbeda. Misalnya menggunakan doorprize. Tujuannya tidak lain untuk merangsang kehadiran masyarakat agar mendapatkan vaksin booster," ujarnya.
Mengenai bingkisan apa yang akan ditawarkan pada masyarakat, Arsana mengaku pihaknya sempat memikirkan minyak goreng.
Mengingat harganya yang kini melonjak, sedangkan kebutuhan masyarakat tinggi.
Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan.