Berita Bali

Buda Wage Ukir, Persembahkan Ini, Apa Maknanya?

Hari raya ini juga dikenal dengan nama Buda Cemeng Ukir dan dirayakan hari ini, Rabu 13 April 2022

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi umat Hindu sembahyang. Buda Wage Ukir, Persembahkan Ini, Apa Maknanya? 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Buda Wage Ukir, Persembahkan Ini, Apa Maknanya?

Umat Hindu di Bali tak bisa dipisahkan dari ritual atau upacara.

Mulai dari Kajeng Kliwon yang rutin dilaksanakan setiap 15 hari sekali.

Begitupula Purnam Tilem dan hari raya besar lainnya termasuk Buda Wage Ukir.

Buda Wage Ukir ini dirayakan setiap enam bulan sekali atau 210 hari sekali.

Baca juga: Buda Wage Ukir, Lakukan Persembahan Kepada Sang Hyang Sri Nini

Pertemuan antara saptawara Buda (Rabu) dengan pancawara Wage serta wuku Ukir inilah yang disebut sebagai hari raya Buda Wage Ukir.

Hari raya ini juga dikenal dengan nama Buda Cemeng Ukir dan dirayakan hari ini, Rabu 13 April 2022.

Pada hari ini melakukan persembahan terhadap Sang Hyang Sri Nini, Dewa Sadhana pada tempat penyimpanan harta benda.

Hari ini juga tidak baik untuk membayar sesuatu.

Hari raya ini merupakan pemujaan terhadap Bhatara Rambut Sedana yang dilaksanakan di merajan keluarga.

Juga pemilik toko, pura khayangan tiga desa pakraman, maupun pura khayangan jagat di Bali.

Beberapa umat Hindu ada yang memaknainya dengan menghaturkan banten di tempat penyimpanan uang maupun di uangnya. 

Selain itu, dalam lontar Sundarigama disebutkan; 

Buda waga, ngaraning Buda Cemeng, kalingania adnyana suksema pegating indria, betari manik galih sira mayoga, nurunaken Sang Hyang Ongkara mertha ring sanggar, muang ring luwuring aturu, astawakna ring seri nini kunang duluring diana semadi ring latri kala.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved