Berita Klungkung

Dua WNA Rusia yang Diamankan Imigrasi Sempat Tinggal di Penginapan Warga Ukraina di Nusa Penida

Dua WNA Rusia yang Diamankan Imigrasi Sempat Tinggal di Penginapan Warga Ukraina di Nusa Penida

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Dua WNA Rusia berinisial AK (61) dan IK (34) diamankan tim gabungan Satpol PP Klungkung dan petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Dua WNA Rusia yang Diamankan Imigrasi Sempat Tinggal di Penginapan Warga Ukraina di Nusa Penida.

Dua WNA Rusia berinisial AK (61) dan IK (34) diamankan tim gabungan Satpol PP Klungkung dan petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar.

WNA yang merupakan ibu dan anak itu ternyata sempat tinggal di penginapan milik WNA Ukraina di Nusa Penida, sebelum akhirnya luntang-lantung kehabisan bekal di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

Kasatpol PP Klungkung I Putu Suarta mengungkapkan, AK dan IK awalnya merupakan wisatawan.

Keduanya sempat tinggal di penginapan milik warga berkebangsaan Ukraina di Nusa Penida dalam waktu selama sebulan.

Baca juga: Pembangunan Mal Pelayanan Publik Klungkung Kembali Ditunda Tahun Ini

Namun saat adanya konflik antara Rusia dan Ukraina, pemilik penginapan merasa sakit hati.

WNA Ukraina itu tidak berkenan keduanya tinggal di penginapannya.

"Setelah tidak lagi tinggal di penginapan WNA Ukriana, keduanya (AK dan IK) kehabisan bekal di Nusa Penida. Mereka tidak bisa pulang ke negaranya ataupun mengurus perpanjangan administrasi terkait izin tinggalnya di Indonesia," ujar Putu Suarta, Kamis 14 April 2022.

Seorang warga asal Banjar Mentigi, Desa Batununggul, melihat keduanya menangis di pinggir jalan.

Merasa iba, keduanya ditampung tinggal selama sebulan di rumah seorang warga Banjar Mentigi tersebut.

"Warga yang menampung mereka itu jualan bahan bangunan. Mereka ditampung hampir satu bulan. Karena sudah terlalu lama, warga ini merasa keberatan,” jelas Putu Suarta.

Pihak adat setempat lalu berkoordinasi dengan Kasi Trantib di Kecamatan Nusa Penida terkait keberadaan keduanya.

Keberadaan keduanya lalu dilaporkan ke pihak Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar.

Pihak adat di desa setempat juga merekomendasikan keduanya agar dipulangkan ke negara asalnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved