Berita Buleleng

Rampungkan Berkas, Kejari Buleleng Target Limpahkan Kasus Korupsi BUMDes Pucak Sari Pekan Depan

Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng saat ini masih merampungkan berkas perkara kasus dugaan korupsi yang dilakukan mantan bendahara BUMDes Gema Matra

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Tersangka Ni Putu Masdarini saat ditahan penyidik Kejari Buleleng. Mantan BUMDes Gema Matra Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng ini diduga melakukan tindakan korupsi 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng saat ini masih merampungkan berkas perkara kasus dugaan korupsi yang dilakukan mantan bendahara BUMDes Gema Matra Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali, bernama Ni Putu Masdarini (48). Berkas perkara pun ditargetkan rampung pekan depan. 

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara pada Kamis 14 April 2022 mengatakan, penyidik menargetkan berkas perkara dapat diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Buleleng pada pekan depan.

Berkas tersebut selanjutnya akan diperiksa oleh pihak JPU secara formal dan material. Apabila dinyatakan lengkap, maka kasus dapat dilimpahkan ke Pengadilan. 

Baca juga: 95 Pelajar di Buleleng Ikut Seleksi Paskibraka, 49 Peserta Gugur Seleksi Tinggi Badan

"Minggu depan rencananya akan dilimpahlan tahap satu dari penyidik ke penuntut umum. Kalau berkasnya lengkap ya P21, kalau belum nanti akan ada petunjuk lanjutan dari JPU," kata Jayalantara. 

Sembari menunggu kasus dilimpahkan ke Pengadilan, tersangka Masdarini saat ini masih dititipkan di Rutan Polsek Sawan. 

Penyidik memiliki waktu selama 20 hari untuk melakukan penahanan terhadap Masdarini, terhitung sejak dilakukan penahanan, yakni pada Kamis 7 April 2022 kemarin.

Baca juga: 11 PMI Korban Dugaan Penipuan di Buleleng Akan Diberikan Bantuan dari Kemensos

"Sebelum masa penahanannya habis, berkas perkara harus sudah dilimpahkan dari penyidik ke JPU. Setelah dilimpahlan maka status tersangka akan menjadi tahanan JPU," jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya,  Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng melakukan penahanan terhadap Ni Putu Masdarini (48), Kamis 7 April 2022 lalu.

Mantan BUMDes Gema Matra Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng ini diduga melakukan tindak pidana korupsi, hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp113 juta lebih.

Penahanan terhadap Masdarini ini merupakan pengembangan dari hasil persidangan yang dilakukan terhadap Ketua BUMDes Pucaksari I Nyoman Jinarka.

Baca juga: Masa Jabatan Bupati Buleleng Berakhir 4 Bulan Lagi, Pemprov Bali Belum Bahas Soal PJ, Tunggu Hal Ini

Di mana, hakim menilai jika Jinarkan melakukan tindak pidana korupsi bersama mantan bendaharanya, dalam hal ini Masdarini.

Total kerugian uang negara yang ditimbulkan sebesar Rp250 juta lebih.

Uang tersebut kemudian dibagi dua, dan dinikmati oleh I Nyoman Jinarka dan Ni Putu Masdarini.

Terkait modus operandi, Masdarini menggelapkan uang milik 250 nasabahnya.

Uang tersebut tidak disetorkan oleh tersangka ke BPD Bali, dengan alasan jauh. Sehingga uang itu dikantongi oleh tersangka, lalu digunakan untuk keperluan pribadi. (*)

Berita lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Buleleng
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved