Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Info Populer

Konsumsi LPG dan BBM Pertamina Alami Kenaikan di Tiga Bulan Pertama Tahun Ini

Konsumsi Liquified Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina mengalami kenaikan di tiga bulan pertama tahun ini.

Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Ragil Armando
Suasana masyarakat yang antre BBM pertalite di SPBU Jalan Tjok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Senin 4 April 2022. 

TRIBUN-BALI.COM- Konsumsi LPG dan BBM Pertamina Alami Kenaikan di Tiga Bulan Pertama Tahun Ini.

Konsumsi Liquified Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina mengalami kenaikan di tiga bulan pertama tahun ini.

Data Pertamina menunjukkan, secara keseluruhan, konsumsi BBM di Januari-Maret 2022 tumbuh sekitar 13% dibanding realisasi Januari-Maret 2021, sementara konsumsi LPG di Januari-Maret 2022 naik tipis 2,5% dibanding Januari-Maret 2021.

Pertamina menduga, kenaikan ini tidak terlepas dari kondisi perekonomian dan tingkat mobilisasi di masyarakat.

“Peningkatan ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan mobilisasi masyarakat dengan semakin menurunnya dampak Covid 19,” ujar Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting pada (17/4).

Baca juga: Minta Turunkan Harga BBM dan Sembako, Mahasiswa Longmarch ke DPRD Bali dan Kantor Gubernur

Baca juga: GA Congkel Kotak Sesari di Pura Bukit Indrakila, Bawa Kabur Uang Tunai Rp 3 Juta

Seturut konsumsi LPG dan Pertamina yang meningkat, permintaan nasional Jenis BBM Tertentu (JBT) solar dan  Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite di tiga bulan pertama melebihi kuota yang sebelumnya ditetapkan. 

Dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII pada Rabu (13/4) lalu, Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa  realisasi penyaluran solar di Januari-Maret 2022 over quota 9,5%, sementara realisasi penyaluran Pertalite di Januari-Maret 2022 over quota 14%.

Prediksi Arifin, konsumsi Solar dan Pertalite di sepanjang tahun 2022 ini berpotensi melebihi kuota yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Untuk itu kami mengusulkan perubahan kuota JBT dan JBKP dalam APBN 2022,” tutur Arifin dalam raker (13/4).

Usulan Arifin bersambut di Komisi VII DPR. Dalam kesimpulan Raker, Komisi VII DPR RI dan Menteri ESDM telah menyepakati penambahan kuota Pertalite dan Solar.

Secara terperinci, penambahan kuota sebesar 5,45 juta kiloliter (kl) dari semula 23,05 juta kl menjadi 28,5 juta kl untuk Pertalite dan penambahan kuota 2,29 juta kl  dari semula 15,1 juta kl menjadi 17,39 juta kl untuk solar. 

Selain Pertalite dan Solar, Komisi VII dan Menteri ESDM juga telah menyepakati penambahan kuota minyak tanah  0,1 juta kl dari semula sebesar 0,48 juta kl menjadi 0,58 juta kl.

Sementara itu, kuota LPG tabung gas kilogram (kg) tidak diusulkan untuk ditambah.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan, konsumsi energi di tahun 2022 berpotensi lebih tinggi dibanding tahun 2021.

Faktor pendorongnya antara lain ekspektasi masyarakat atas pemulihan pandemi yang mulai positif yang akan mendorong aktivitas sosial-ekonomi kembali menuju normal, serta pertumbuhan ekonomi mulai meningkat baik dalam konteks nasional dan global. 

“Umumnya kenaikan konsumsi energi akan sekitar 1,5 - 2 kali dari target pertumbuhan ekonomi,” tutur Komaidi.

(*)

Artikel ini telah tayang di Konsumsi BBM dan LPG Naik di Tiga Bulan Pertama Tahun 2022

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved