Berita Denpasar

Pembangunan Gedung Masih Proses, SMPN 15 Denpasar Siap Terima 240 Siswa Tahun 2022 Ini

Progres pembangunan SMPN 15 Denpasar masih tetap berlanjut. Sekolah ini dibangun di belakang Terminal Cargo, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat

Tribun Bali/Putu Supartika
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Denpasar, A.A.Gede Wiratama 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Progres pembangunan SMPN 15 Denpasar masih tetap berlanjut.

Sekolah ini dibangun di belakang Terminal Cargo, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat dengan luas tanah sekitar 45 are.

Berdasarkan jadwal, direncanakan untuk tanda tangan kontrak bisa dilakukan pada minggu kedua Mei 2022.

Adapun peserta tender dari lelang proyek ini yakni 113 peserta.

Baca juga: Pelanggar Masker Masih Tinggi di Denpasar, 27 Orang Terjaring Sidak Masker di Peguyangan Kangin

Pembangunan gedung sekolah ini dianggarkan dana pagu sebesar Rp20 miliar dengan nilai HPS paket sebesar Rp19.994.785.892.

Meskipun gedung sekolah belum selesai, namun pada tahun ajaran baru 2022 ini, SMPN 15 Denpasar akan menerima siswa.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Denpasar, A.A.Gede Wiratama usai rapat koordinasi di kantor Wali Kota Denpasar, Senin 18 April 2022.

“Untuk SMP 15 tahun ajaran baru ini siap menerima siswa meskipun gedungnya belum selesai. Kami akan pinjam gedung SMPN 2 Denpasar,” kata Wiratama.

Ia mengatakan, SMPN 15 Denpasar akan mencakup siswa yang berada di wilayah Kelurahan Padangsambian dan Desa Padangsambian Kaja.

Baca juga: 26 Desa/Kelurahan di Denpasar Zero Positif Covid-19, Hanya 3 Wilayah Zona Kuning, Sisanya Hijau

Adapun jumlah siswa yang diterima yakni 240 siswa yang dibagi ke dalam 7 kelas.

“Sistem pembelajarannya akan dilakukan siang, karena paginya kan digunakan SMPN 2 Denpasar,” katanya.

Wiratama mengatakan, untuk pelaksanaan PPDB tahun 2022 ini, jumlah lulusan SD sebanyak 14.000-an orang.

Sementara yang akan diterima di SMP Negeri sebanyak 5000-an siswa.

“Karena kan ada SMP 15 ini, jadi lebih banyak. Kalau dulu kan cuma bisa menerima 4000-an sekian,” katanya.

Sementara itu, sebanyak 9.000-an siswa yang tamat SD tahun ini diarahkan ke SMP swasta. (*)

Berita lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved