Konflik Rusia vs Ukraina

Sejumlah Delegasi Walkout Saat Rusia Bicara di Pertemuan G20, IMF: Kerja Sama Harus Tetap Terjalin

Sejumlah pejabat tinggi dari berbagai negara dalam pertemuan Kelompok G20 memilih walk out saat Delegasi Rusia berbicara.

Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
DANIEL LEAL / AFP
Dalam file foto yang diambil pada 03 November 2021, direktur pelaksana IMF Kristalina Georgieva berbicara selama diskusi panel di KTT Iklim PBB COP26 di Glasgow. Georgieva menekankan pada 20 April 2022, bahwa kerja sama global di G20 "harus dan akan terus berlanjut," karena negara-negara Barat mengancam akan memboikot pertemuan yang dihadiri oleh pejabat Rusia. Ada daftar panjang masalah yang "tidak ada negara yang bisa menyelesaikannya sendiri," kata Georgieva kepada wartawan menjelang pertemuan blok tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM – Sejumlah pejabat tinggi dari berbagai negara dalam pertemuan Kelompok G20 memilih walk out saat Delegasi Rusia berbicara.

Hal tersebut pun terjadi dalam acara pertemuan Kelompok 20 Ekonomi Utama.

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mengatakan pada hari Rabu, 20 April 2022 pejabat Inggris, AS dan Kanada meninggalkan pertemuan G20 di Washington, DC saat delegasi Rusia berbicara.

“Kami bersatu dalam kecaman kami atas perang Rusia melawan Ukraina dan akan mendorong koordinasi internasional yang lebih kuat untuk menghukum Rusia,” tulis Sunak di Twitter dikutip Tribun-Bali.com dari @RishiSunak pada Kamis 21 April 2022.

Pejabat Ukraina yang hadir juga keluar dari pertemuan pejabat tinggi keuangan dari 20 ekonomi terbesar dunia.

Dikutip Tribun-Bali.com dari Aljazeera pada Kamis 21 April 2022, insiden itu terjadi di tengah pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia, di mana kepala keuangan berkumpul untuk mengatasi masalah paling mendesak di dunia.

Dampak brutal perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada akhir Februari dan minggu ini telah bergeser ke wilayah Donbas timur negara itu, telah menjadi pusat perhatian.

Pejabat Departemen Keuangan AS mengatakan  Menteri Keuangan Janet Yellen akan mencoba menghindari kontak dengan pejabat Rusia yang berencana menghadiri beberapa acara G20 secara virtual.

Baca juga: JERMAN Kumpulkan Bukti Adanya Kemungkinan Rusia Lakukan Kejahatan Perang di Ukraina

Joe Biden Ingatkan Rusia Tak Boleh Lagi Jadi Anggota G20

Presiden AS Joe Biden mengatakan Kremlin tidak boleh tetap menjadi anggota G20, posisi yang digemakan oleh Menteri Keuangan Kanada dan Wakil Perdana Menteri Chrystia Freeland, yang keluar dari pertemuan hari Rabu.

“Pertemuan minggu ini di Washington adalah tentang mendukung ekonomi dunia  dan invasi ilegal Rusia ke Ukraina merupakan ancaman besar bagi ekonomi global. Rusia seharusnya tidak berpartisipasi atau dilibatkan dalam pertemuan ini,” cuitnya Biden.

Terkait sejumlah delegasi walkout dari pertemuan G20 secara virtual, Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki pun mendukung hal tersebut.

Menurut Psaki, ia mengagap Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan seorang paria (kaum rendah di India Kuno) di mata dunia saat ini.

“Presiden AS dan Menteri Yellen sama-sama mengatakan kami tidak dapat menjalankan bisnis seperti biasa di G20 atau di banyak forum internasional ini yang berkaitan dengan Rusia,” kata Psaki kepada wartawan saat konferensi pers pada Rabu sore.

Kementerian keuangan Rusia tidak menyebutkan keluarnya sejumlah delegasi, namun ia mengutip pernyataan Siluanov yang menyerukan G20 untuk tidak mempolitisasi dialog antara anggota dan menekankan pengelompokan itu selalu fokus pada ekonomi.

Baca juga: Kemenparekraf Siap Luncurkan Side Events Parekraf Presidensi G20 di Bali dan Luar Bali

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved