Berita Bali
Bunga hingga Kelapa Sebagai Sarana Upakara dan Maknanya Dalam Hindu
Bunga hingga Kelapa Sebagai Sarana Upakara dan Maknanya Dalam Hindu, Berikut Artikelnya
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bunga hingga Kelapa Sebagai Sarana Upakara dan Maknanya Dalam Hindu.
Umat Hindu di Bali memang tidak bisa lepas dari banten atau sarana upakara.
Namun tak banyak yang tahu arti dan lambang beberapa bahan banten ini.
Dalam berbagai literatur, setiap banten dari unsur terkecil sampai terbesar memiliki maknanya tersendiri.
Beberapa sarana upakara kecil, juga penting hadir di dalam sebuah banten.
Baca juga: MENGENAL Canang Sarana Upakara Hindu di Bali: Dari Canang Genten, Canang Sari hingga Canang Oyod
Satu diantaranya bunga, sebagai lambang keharuman, keindahan, dan menggambarkan hati yang tulus ikhlas serta suci.
Bunga hadir di setiap canang, baik canang sari, canang genten, dan canang lainnya di Bali.
Kemudian ada pandan arum, yang aromanya sangat khas dan wangi.
Tujuan adanya pandan arum adalah merangsang pemusatan pikiran ke arah suci.
Kelapa juga salah satu sarana penting di dalam banten.
Buah serba guna ini kerap menjadi lambang alam semesta atau bumi.
Beras adalah lambang sumber kehidupan dan telur itik menggambarkan jiwa yang suci.
Ini tidak terlepas dari hewan itik yang dianggap suci karena bisa memilah makanan di tempat kotor sekalipun.
Hidup rukun dan bisa menyesuaikan dirinya di lingkungan apa saja.
Ada tingkih atau kemiri yang berwarna putih, sebagai pula lambang kesucian.
Baca juga: Bhatara Guru atau Leluhur, Berikut Jasanya Dalam Hindu di Bali