Berita Badung
Pedagang Tisu di Pantai Kuta Bali Viral, Pecalang Desa Adat Kuta Ambil Langkah Sigap
Kisruh pedagang tisu di Pantai Kuta, Badung, Bali menjadikan momok yang menakutkan untuk masyarakat
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI, MANGUPURA - Kisruh pedagang tisu di Pantai Kuta, Badung, Bali menjadikan momok yang menakutkan untuk masyarakat.
Pasalnya kejadian tersebut melibatkan wisatawan mancanegara dan telah viral di media sosial.
Tentu kabar ini akan cepat menyebar, tidak hanya di Bali atau Indonesia, tapi bisa sampai ke kancah internasional.
Merespon hal tersebut, pecalang Desa Adat Kuta mengambil langkah sigap.
Baca juga: Viral Bule Keluhkan Pedagang Tisu, Pantai Kuta Sepi Pengunjung
Salah satu anggota pecalang, Nuada mengatakan, pihaknya bersama aparat lain sudah bekerja sama untuk menertibkan area Kuta, khususnya Pantai Kuta.
Sebanyak 39 personil telah diterjunkan untuk mengamankan daerah wisata Pantai Kuta.
39 personil tersebut berasal dari masing-masing banjar di Desa Adat Kuta.
"Kita kerja sama dengan pihak kepolisian, Satpol PP, dan beberapa lembaga di Desa Adat Kuta untuk menegakkan ketertiban. Pecalang Desa Adat Kuta menerjunkan 39 personil. Di sini ada enam banjar, semua pecalang di masing-masing banjar kami libatkan. Nah pecalang dapat bagian di area pantai. Jadi setiap pedagang dan wisatawan yang masuk area pantai jadi tanggung jawab kami," ujar Nuada saat ditemui Tribun Bali di Pantai Kuta.
Viralnya pedagang tisu dan bule di Pantai Kuta telah menjadi permasalahan yang perlu diatensi pemerintah Desa Adat Kuta.
Sejak dua hari lalu, sudah ada pemeriksaan dan penjagaan ketat oleh aparat desa.
Nuada dan kawan-kawannya dalam bertugas selalu memeriksa kelengkapan para pedagang di Pantai Kuta.
Tidak lupa mereka juga mengedukasi setiap pedagang agar berjualan dengan tata krama yang baik
Banyak pedagang juga sering berbagi keluh kesah.
Mereka mengeluh sepinya pengunjung, sejak viralnya kejadian tersebut di media sosial.
Tidak hanya pedagang, Ketut, salah satu juru parkir di pantai Kuta pun mengeluh dengan kejadian tersebut.
Menurutnya pengunjung pantai menurun semenjak kejadian viral tersebut.
Padatnya motor di sini bukan karena pengunjung ke pantai, namun karena ada acara di tempat hiburan yang tepat berada di depan pantai.
Ia khawatir, nantinya setelah acara selesai, tidak ada pemasukan dari parkir mengingat pengunjung yang resah dengan kondisi Pantai Kuta.
"Walaupun ni ada motor, tapi pengunjungnya nggak ke pantai. Mereka ke acara di tempat hiburan di depan. Paling sepi lagi besok kalau acaranya udah selesai. Susah dah cari pemasukan," ujarnya sambil mengatur motor-motor yang ada di parkiran.
Dia juga berusaha membantu petugas dengan menjaga ketertiban kendaraan.
Walaupun demikian, ia merasa kesal lantaran masih saja ada pengunjung nakal yang tidak parkir pada tempatnya.
Baca juga: Viral Bule Kecewa Berwisata di Pantai Kuta karena Pedagang Asongan, Wagub Bali Lakukan Ini
Semenjak adanya penjagaan dari seluruh aparat, kondisi Pantai Kuta sudah mulai normal kembali.
Pedagang tisu yang viral itu juga telah mendapatkan binaan dari pihak berwenang.
Sementara itu, Nuada dan seluruh aparat stakeholder berusaha maksimal untuk menjalankan tugas masing-masing untuk pemulihan Pantai Kuta.
Mereka berharap, isu ini cepat mereda dan masyarakat tidak perlu ragu untuk berkunjung ke Pantai Kuta.
Keamanan dan kenyamanan pengunjung dan pedagang akan terjamin selama di Pantai Kuta. (*)
Kumpulan Artikel Badung