Berita Klungkung

Dicurigai Mengandung Bahan Berbahaya, 21 Sampel Makanan Diuji Petugas BBPOM 

BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) di Denpasar, mengadakan pengecekan terhadap makanan yang dijual di seputaran Klungkung.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Eka Mita Suputra
Petugas BBPOM di Denpasar, Senin (25/4) sedang melakukan uji sampel makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya di Klungkung. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) di Denpasar, mengadakan pengecekan terhadap makanan yang dijual di seputaran Klungkung.

Ada 21 sampel yang diuji oleh petugas, karena dicurigai mengandung bahan berbahaya.

Pengecekan seperti ini diharapkan dilakukan rutin, tidak hanya ketika bulan puasa atau hari-hari besar keagamaan lainnya.

Baca juga: Menelusuri Uma Jarat di Desa Satra, Lokasi Ini Konon Tempat Meninggalnya Penyebar Islam di Klungkung

Baca juga: 189 Atlet Bertarung Dalam Kejuaraan Muaythai di Klungkung

Penelusuran petugas BBPOM diawali dari Kampung Gelgel, Klungkung.

Di lokasi tersebut, petugas membeli 10 macam makanan seperti krupuk dan aneka jajanan berwarna cerah yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. 

Petugas BBPOM dengan rompi merahnya, bersama dengan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta lalu bersama-sama membeli makanan di Pasar Senggol Kota Semarapura.

Satu persatu pedagang dijajaki, dan petugas hanya membeli makanan yang diduga mengandung bahan makanan berbahaya seperti pewarna textil seperti Rhodamin B, pengawet seperti boraks atau formalin, dan pegembang yang tidak diperuntukan untuk makanan.

"Ada 21 sampel makanan yang kami ambil di Kampung Gelgel dan Pasar Senggol Klungkung," ujar Kepala BBPOM (Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) di Denpasar I Made Bagus Gerametta, Senin (25/4).

21 sampel makanan itu lalu diuji di mobil laboratorium BBPOM keliling, yang sudah terparkir di depan Monumen Ida I Dewa Agung Jambe.

Dari hasil pengujian, seluruh sampel makanan yang diuji aman dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.

"Klungkung merupakan kabupaten ke 6 yang kami kunjungi, serangkaian pengujian takjil atau makanan berbuka puasa," ungkap Made Bagus Gerametta.

Menurutnya dari semua daerah yang disambangi tahun ini, tidak ada makanan yang ditemukan mengandung bahan berbahaya seperti pewarna textil seperti Rhodamin B, pengawet seperti boraks atau formalin, dan pegembang yang tidak diperuntukan untuk makanan.

"Jika pun nanti ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya, nanti kami akan lakukan pembinaan," tegasnya.

Sementara Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang ikut memantau pengujian sampel makanan itu, berharap agar kegiatan tersebut dapat dilakukan secara teratur dan bekelanjutan.

"BBPOM kami harap melakukam uji sampel makanan ini tidak hanya saat bulan puasa, tapi secara teratur dan berkelanjutan," jelas Suwirta. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved