Sponsored Content

DPRD Bangli Minta Pemkab Pikirkan Jalan Alternatif

Politisi PDIP itu mengatakan, sejatinya rencana membuat jalan alternative sempat mengemuka sejak lama.

Freedy
Ketua Komisi III DPRD Bangli, I Made Natis 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Acara hiburan musik yang diadakan di alun-alun kota Bangli praktis menyedot perhatian masyarakat.

Buntutnya, jalur utama kota Bangli yang biasanya bebas hambatan tiba-tiba menjadi macet parah.

Seperti saat berlangsungnya acara pertandingan voly dan hiburan musik di alun- alun Bangli, Minggu 24 April 2022. 

Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Bangli, I Made Natis meminta agar Pemkab Bangli memikirkan membuat jalan alterantif.

"Rekasaya lalin yang dilakukan saat ini tidak akan memecahkan masalah. Sebab, kemacetan terjadi karena tidak adanya jalan alternative," kata Ketua komisi III DPRD Bangli itu, Senin (25/4).

Ia mencontohkan kendaraan yang datang dari arah selatan Jalur Brigjen I Gusti Ngurah Rai yang diarahkan ke barat lewat LC Uma Aya dan keluar tepat di perempatan Nara Singa.

Disisi lain kendaraan dari arah utara jalan Brigjen Ngurah Rai, juga padat sehingga terjadi kemacetan.

"Kondisi sama juga terjadi di ruas jalan merdeka. Bahkan di jalan tersebut kendaraan parkir di dua sisi jalan dan di buka untuk untuk dua arah," ucap Made Natis.

Politisi PDIP itu mengatakan, sejatinya rencana membuat jalan alternative sempat mengemuka sejak lama.

Baca juga: BALI UNITED Promosikan KOMANG ARYANTARA ke Tim Utama,Sehari-hari JUALAN SATE Kini Jadi Pesaing Nadeo

Baca juga: Penyidik Kejari Buleleng Jemput Bola untuk Periksa 8 Saksi Kasus Dugaan Korupsi BUMDes Banjarasem

Baca juga: Dicurigai Mengandung Bahan Berbahaya, 21 Sampel Makanan Diuji Petugas BBPOM 

Di mana jalan alternatif dari LC Aya tembus kantor KPU Bangli.

Namun entah apa alasannya, rencana itu tak kunjung terealisasi.

"Kalau saja jalan itu teruwujud, kendaraan tidak lagi lewat jalan Ngurah Rai namun dialihkan ke jalan Kusumayuda. Dengan demikian arus lalu lintas tidak akan terlalu crowdeed," ucap Natis.

Apabila belum mampu mewujudkan jalan alternatif, pihaknya juga mengusulkan agar instansi terkait memikirkan lokasi parkir kendaraan. Pasalnya pada acara Minggu malam itu, pihaknya melihat beberapa ruas jalan sempit juga dijadikan parkir. Seperti ruas jalan LC Uma Aya dan sebelah utara kantor Pemkab Bangli.

"Kami meminta instansi terkait lakukan kajian dimana saja untuk kantong parkir, jangan semua badan jalan untuk tempat parkir," ungkap politisi asal Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani ini.

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved