Berita Buleleng

Terima SHM, Warga Sumberklampok Buleleng Diharapkan Kembangkan Lahan untuk Tingkatkan Taraf Hidup

Pasca Terima SHM, Warga Sumberklampok Buleleng Diharapkan Kembangkan Lahan untuk Tingkatkan Taraf Hidup

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
Rapat koordinasi secara virtual antara Pemkab Buleleng dengan staf kepresidenan membahas progres reforma agraria di Desa Sumberklampok, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa 26 April 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Pasca Terima SHM, Warga Sumberklampok Buleleng Diharapkan Kembangkan Lahan untuk Tingkatkan Taraf Hidup.

Pemerintah pusat telah menyerahkan sebanyak 1.613 lembar sertifikat hak milik (SHM) atas tanah untuk warga di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Pasca menerima sertifikat, warga pun diharapkan dapat mengembangkan lahan yang diberikan itu untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Hal tersebut diungkapkan dalam rapat koordinasi secara virtual antara Pemkab Buleleng dengan staf kepresidenan membahas progres reforma agraria di Desa Sumberklampok, Selasa 26 April 2022. 

Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng Nyoman Genep mengatakan, Pemkab Buleleng diminta membuat program pemberdayaan untuk masyarakat Desa Sumberklampok, khususnya yang telah mendapatkan SHM dari program reforma agraria.

Dari hasil koordinasi bersama warga, program yang akan dikembangkan di desa tersebut, diantaranya peternakan, perikanan, dan hortikultura.

"Jadi yang cocok dikembangkan di desa itu berupa cabai, jeruk, dan pepaya. Program itu akan dijalankan tahun ini. Kami akan fasilitasi dan dampingi calon petani dan calon lahan. Itu program pusat bersama pemda," terangnya. 

Sementara Perbekel Desa Sumberklampok, Wayan Sawitra Yasa mengatakan, pasca menerima SHM, masyarakat saat ini mulai mengembangkan lahannya dengan membangun akses jalan baru menuju lakan-lahan pertanian milik mereka.

Hanya saja, masyarakat membutuhkan dukungan program, mengingat lahan garapannya menurun dari sebelumnya, mencapai 2 hektare menjadi 80 are.

Hal ini lantas membuat pendapatan masyarakat menurun. 

Dikatakan Sawitra, program yang dibutuhkan masyarkat ialah program-program di bidang pertanian.

Seperti bantuan bibit ternak sapi, jagung, dan akses pasca panen.

"Luas lahan garapan berkurang, otomatis mendapatan berkurang. Maka perlu ada pendampingan dan dukungan program, agar taraf kehidupan masyarakat meningkat," ucapnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved