Berita Gianyar

Gupbi Bali Datangi DPRD Gianyar, Pengiriman Babi Langgar MoU, Tuntut Dewan Turun Tangan Mengawasi

Para peternak babi di Gianyar mendatangi DPRD Gianyar, Rabu 27 April 2022.

Tribun Bali/Badrun
Para peternak di Kabupaten Gianyar, Bali yang tergabung dalam Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (Gupbi) Bali mendatangi DPRD Gianyar, Rabu 27 April 2022 pagi - Gupbi Bali Datangi DPRD Gianyar, Pengiriman Babi Langgar MoU, Tuntut Dewan Turun Tangan Mengawasi 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Para peternak babi di Gianyar mendatangi DPRD Gianyar, Rabu 27 April 2022.

Mereka mengadukan terkait persaingan harga jual babi ke luar Bali yang tidak sesuai kesepakatan. Persaingan ini praktis memicu perang harga.

Dalam pertemuan Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (Gupbi) Bali, beberapa waktu lalu, disepakati harga pengiriman babi keluar Bali sebesar Rp 45 ribu per kilogram (Kg).

Namun kenyataannya, ada yang menjual di angka Rp 41 ribu per Kg.

Baca juga: Persaingan Harga Kirim Tak Sehat, Peternak Babi Mengadu ke DPRD Gianyar

Ketua Gupbi Bali, Ketut Hari Suyasa mengatakan, dalam pertemuan ini pihaknya meminta agar pemerintah ikut mengawasi pengiriman babi keluar Bali.

Ia mengungkapkan ada delapan pengusaha di Gianyar yang mengirim babi ke luar.

Jumlah ini paling banyak dibanding kabupaten/kota lainnya di Bali.

"Sepekan lalu ada konflik antar pengirim. Sebelumnya harga pengiriman babi ke Jawa disepakati senilai Rp 45 ribu per kilogram. Akhirnya babi tidak dibeli dengan kesepakatan itu. Saat ini bahkan ada yang jual seharga Rp 41 ribu dan, 41 itu digunakan pengirim di Jakarta untuk menggempur pengiriman babi yang telah disepakati seharga rp 45 ribu," ujar Hari Susaya.

"Karena kami tak memiliki kewenangan memanggil atau menegur, maka kami meminta bantuan pemerintah untuk mengawasi hal ini. Sebab kalau tidak diperhatikan oleh pemerintah, maka harga jual akan jauh dari harga produksi," sambung Hari Suyasa menegaskan.

Kata Hari, hal tersebut akan berat bagi peternak kecil.

Sebab harga pokok produksi di peternak kecil sekitar Rp 40 ribu.

Belum lagi mereka terkena wabah.

Pakan ternak juga tinggi, kata dia, sekarang naik 1000 rupiah per kilogram.

"Dengan nilai jual Rp 41 ribu, peternak kecil sangat berat. Beda dengan peternak besar yang harga produksinya bisa di kisaran Rp 37 ribu per kilogram, sehingga harga kirim Rp 41 ribu tak masalah bagi mereka," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved