Berita Jembrana

Mudik 2022: Roda Empat, Bus, dan Truk Juga Mulai Padati Pelabuhan Gilimanuk

epadatan di Pelabuhan Gilimanuk masih terus terjadi seharian ini, Kamis 28 April 2022.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Harun Ar Rasyid
(TB/Ardhiangga Ismayana).
Situasi Pelabuhan Gilimanuk pada Kamis 28 April 2022 malam hari. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA  - Kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk masih terus terjadi seharian ini, Kamis 28 April 2022.

Kepadatan didominasi oleh kendaraan roda empat, bus dan truk.

Sedangkan untuk kendaran roda dua tidak terlalu mendominasi meskipun, masih ada sekitar puluhan bahkan ratusan motor yang melintas secara parsial.

Pantauan di pelabuhan Gilimanuk, untuk kendaraan roda empat, bus dan truk sudah nampak memadati pelabuhan Gilimanuk.

Terutama ketika akan memasuki pos I pelabuhan, atau pos tiket.

Sedangkan untuk bus memadati jalan raya nasional Gilimanuk-Denpasar untuk masuk ke Pelabuhan.

Kondisi sistem buka tutup dan antrean pelabuhan Gilimanuk baik roda dua dan empat.
Kondisi sistem buka tutup dan antrean pelabuhan Gilimanuk baik roda dua dan empat. (Tribun Bali/Ardhiangga Ismayana)

Meski demikian, tidak ada kepadatan yang berarti seperti pada siang hingga sore hari. Dimana kendaraan mengular hingga sekilo atau satu kilometer dari pintu pos pelabuhan.

Situasi Pelabuhan Gilimanuk pada Kamis 28 April 2022 malam hari.
Situasi Pelabuhan Gilimanuk pada Kamis 28 April 2022 malam hari. ((TB/Ardhiangga Ismayana).)

Dan rata-rata kepadatan kendaraan roda empat juga sudah berada di tempat parkir di dalam pelabuhan.

Dimana, kendaraan tertahan karena memang ada sistem buka tutup untuk bisa masuk ke KMP (Kapal Motor Penyebrangan) menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Salah seorang pemudik, Zainul asal Banyuwangi, dirinya menggunakan kendaraan pribadi atau roda dua dan memilih malam hari, karena lebih dingin dan terhindar dari terik matahari. Sebab, saat mudik ini dirinya membawa anak.

“Kalau malam hari jadi tidak begitu panas,” ucapnya.

Pemudik lainnya, Nita, asal Situbondo Jawa Timur mengatakan, bahwa memilih malam karena puasa dan kalau siang takutnya panas dan tidak tahan untuk minum.

Sehingga memilih malam, karena pada sore hari dirinya sudah berbuka puasa. Sehingga ada tenaga untuk menyetir pulang ke kampung halaman.

“Kalau sore kan sudah buka puasa jadi ada tenaga setelah makan buka puasa,” bebernya. (ang).

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved