Berita Denpasar
Banyak Masyarakat Mudik, Penjualan Parcel di Tiara Dewata Alami Penurunan
Puluhan parcel lebaran yang sudah siap dipinang oleh tuannya ini nampak terjejer dengan rapi didepan Supermarket Tiara Dewata.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penjualan parcel di Tiara Dewata tidak sebanyak lebaran tahun lalu.
Hal tersebut diungkapkan oleh Manager Operasional Tiara Dewata, Novie Setyo pada, Sabtu 30 April 2022.
Puluhan parcel lebaran yang sudah siap dipinang oleh tuannya ini nampak terjejer dengan rapi didepan Supermarket Tiara Dewata.
Parcel-parcel ini beragam ukurannya mulai dari yang kecil hingga ukuran besar. Parcel ini telah dipasarkan sedari tanggal 25 April hingga nanti H-1 lebaran pada awal Mei 2022 nanti.
Baca juga: Belum Kantongi Izin, Proyek Pembangunan Perumahan di Pemogan Denpasar Dihentikan Pemerintah
Baca juga: Kebanggaan Wayan Sumawa, Dua Anaknya Berkarier di Bali United dan Bela Timnas, Ini Kisahnya
Baca juga: Ketua BKOW Ajak Lanjutkan Perjuangan Kartini di HUT ke-59 BKOW
Harga parcel di Tiara Dewata ini dibanderol mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 750 ribu.
"Dalam kondisi seperti ini yang paling banyak diminati yang parcel harga dibawah Rp 200 ribu,"
"Dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, penjualan tahun ini diprediksi tidak terlalu tinggi," katanya.
Biasanya penjualan parcel di Tiara sentuh angka lebih dari 1.500 parcel.
Namun, di tahun ini pihaknya hanya menyediakan seribu parsel karena masyarakat sudah diizinkan mudik ke luar Bali.
Menurutnya, dengan diizinkannya mudik tahun ini turut mempengaruhi jumlah kunjungan di Tiara Dewata.
"Dampaknya hampir 40-50 persen kunjungan menurun dibandingkan tahun sebelumnya,"
"Penurunan ini terjadi setelah ada intruksi dari Pak Presiden untuk mudik lebih awal," tambahnya.
Dengan adanya penurunan kunjungan ini pihaknya pun mengurangi jumlah kasir.
Kalau pengunjung ramai pihaknya akan aktifkan sejumlah 30 kasir tapi kalau seperti sekarang ini jumlah kasir di Tiara hanya 20 kasir saja.
Pihaknya mengaku selama libur lebaran ini tidak ada persiapan khusus yang dilakukan.
"Persiapan kami hanya menambah stok barang khususnya pangan. Ini untuk menyiasati pabrik atau distributor yang akan libur panjang," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tiara-dewata-penjualan-parcel.jpg)