Hari Buruh

Marsinah, Pahlawan Buruh Indonesia Hingga Berujung Maut

Aku melihat begitu banyak tangan berlumuran darah. Aku melihat bagaimana keserakahan boleh terus berlangsung. Para pemilik modal boleh terus mengeruk

tribunnews.com
1 Mei Hari Buruh: Mengenang Marsinah, Ikon Buruh yang Tewas Karena Perjuangan Hak-hak Pekerja 

Seperti mayoritas anak-anak pedesaan di Indonesia, ia sudah bekerja pada usia dini dan tampak lebih dewasa dari usianya.

Bekerja bagi mereka sangat lazim, termasuk kerja upahan di rumah maupun di pabrik.

Sepulang sekolah, ia membantu neneknya menjual gabah dan jagung, dan menerima sekadar upah untuk mengangkut gabah dengan sepeda dari sawah atau rumah pembeli maupun penjual gabah.

Di kalangan teman-teman dan gurunya, di SD Negeri Nglundo. Meskipun kepandaiannya dipandang biasa-biasa saja, tetapi kerajinan, minat baca, sikap kritis, dan tanggung jawabnya menonjol.

Setiap tugas sekolah selalu berupaya diselesaikannya.

Jika ada penuturan gurunya yang kurang jelas, tidak segan ia mengangkat tangan meminta penjelasan.

Namun karena tidak ada biaya setelah naik kelas VI, ia pindah ke SDN Karangsemi, dan kemudian melanjutkan ke SMP Negeri V Nganjuk pada tahun ajaran 1981/1982.

Mencoba melanjutkan ke SMA negeri, namun gagal, dan akhirnya ke SMA Muhammadiyah dengan bantuan biaya seorang pamannya yang lain.

Di SLTA, minat bacanya semakin meluas. Di waktu senggang ia lebih banyak ke perpustakaan ketimbang bermain.

Namun, cita-citanya untuk melanjutkan ke Fakultas Hukum kandas, karena terbentur biaya.

Tidak ada pilihan lain kecuali mencari lapangan kerja di kota besar.

Tahun 1989 ia ke Surabaya, menumpang di rumah kakaknya, Marsini, yang sudah berkeluarga.

Setelah berkali-kali melamar kerja ke berbagai perusahaan, akhirnya Marsinah diterima bekerja pertama kali di pabrik plastik SKW kawasan industri Rungkut.

Gajinya jauh dari cukup. Untuk memperoleh tambahan penghasilan ia nyambi jualan nasi bungkus, di sekitar pabrik seharga Rp 150 per bungkus. Kini sosok Marsinah menjadi abadi dalam perjuangan buruh di Indonesia. Semoga tidak ada lagi Marsinah lainnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Marsinah Pahlawan Buruh yang Terbunuh pada 8 Mei 1993"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved