Berita Gianyar

Jadi Tempat Favorit Keluarga, Permainan Alun-alun Gianyar Diharapkan Ditambah

Dalam suasana libur Lebaran, alun-alun Gianyar, Bali menjadi salah satu objek favorit keluarga.

Eri Gunarta
Alun-alun kota Gianyar 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dalam suasana libur Lebaran, alun-alun Gianyar, Bali menjadi salah satu objek favorit keluarga.

Hal tersebut dikarenakan objek wisata ini gratis, lalu lintas di seputaran objek pun tidak begitu padat atau jauh dari kata macet.

Salah satu spot favorit di sini, adalah arena bermain anak.

Baca juga: Lebaran 2 Mei 2022, Ini Kisah Penentuannya 

Dikarenakan piranti bermain anak yang terbatas, tak jarang anak-anak harus menunggu atau berebut tempat bermain. 

Pantauan Tribun Bali, Senin 2 Mei 2022 siang, arena bermain di alun-alun Gianyar ramai didatangi keluarga yang mengajak anak-anaknya.

Meskipun saat itu matahari bersiner terik.

Baca juga: WOW! Pamela Safitri Dapat THR Lebaran Mobil Alphard dari Sosok A

Namun di arena bermain kondisinya cukup sejuk, lantaran berada di bawah pohon beringin besar.

Adapun spot bermain yang ada di sini, di antaranya ayunan, baik ayunan untuk anak-anak maupun balita.

Terdapat juga arena bermain kuda-kudaan dan unggit-unggitan.

Dan yang paling ikonik, adalah perosotan berbentuk terowongan.

Nia merupakan salah satu pengunjung saat itu.

Dimana ia datang bersama suami, dan empat orang anak.

Nia yang merupakan warga Bandung yang tinggal di Semabaung, Blahbatuh, Gianyar ini, hampir setiap minggu mengajak anak-anaknya liburan di sini.

Baca juga: Zodiak Ego Besar Bikin Repot Pasangan, Siapakah Mereka?

"Hampir tiap minggu ke sini, karena tempatnya bagus," ujarnya.

Terkait fasilitas bermain, Nia mengatakan cukup banyak.

Menurut dia, permainannya juga aman untuk anak-anak.

Namun ia tetap berharap, agar piranti permainan ditambah.

"Kalau bisa sih agar ditambah, supaya anak-anak tidak rebutan," ujarnya lalu tersenyum. 

Berdasarkan catatan Tribun Bali, alun-alun Gianyar merupakan salah satu megaproyek Pemkab Gianyar, di tahun 2020 lalu.

Proyek ini menelan biaya Rp 22 miliar.

Sebelum menjadi alun-alun Gianyar, tempat ini merupakan Lapangan Astina Gianyar.

Yakni sebuah lapangan sepak bola yang kondisinya tidak terawat.

Seperti rumput liar yang tinggi-tinggi, terdapat banyak kubangan lumpur dan sebagainya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved