Berita Buleleng
Kasus Pembongkaran 9 Kuburan di Buleleng Belum Terungkap, Polisi Terkendala Saksi
Hampir sebulan sudah kasus pembongkaran sembilan pusara di Setra Desa Adat Gerokgak, Kecamatan Gerokgak
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Hampir sebulan sudah kasus pembongkaran sembilan pusara di Setra Desa Adat Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali terjadi.
Namun polisi belum juga berhasil mengungkap siapa pelaku pembongkaran pusara tersebut.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya mengatakan, ada lima saksi yang telah dimintai keterangan.
Di antaranya warga yang tinggal di sekitar pusara, prajuru desa adat, serta orang yang pertama kali menemukan terbongkarnya pusara tersebut.
Baca juga: UPDATE SUBANG: Yosef Sindir Danu Yang Tak Mau Sapa saat di Makam Tuti: Saya Dituduh Sebagai Pelaku
Namun hingga saat ini polisi masih kesulitan untuk menemukan ciri-ciri dari terduga pelaku.
Sebab, tidak ada saksi yang melihat langsung pembongkaran pusara tersebut.
Bahkan di sekitar Setra juga tidak ada kamera CCTV.
"Tidak ada yang melihat langsung kejadian itu. Jadi kami mohon bantuan warga apabila ada yang sempat melihat atau mengetahui adanya oknum yang menggali pusara di Setra Desa Adat Gerokgak pada awal April lalu, agar diinformasikan ke pihak berwajib," kata AKP Sumarjaya, Selasa 3 Mei 2022.
AKP Sumarjaya menyebutkan, Unit Reskrim Polsek Gerokgak belum dapat memastikan apakah pusara yang digali itu merupakan ulah orang atau digali binatang.
"Sampai saat ini penyebab galian belum diketahui, apakah disebabkan oleh binatang atau orang," ucapnya.
Sumarjaya mengatakan, keluarga pemilik pusara tidak keberatan dengan adanya kejadian ini karena jenazah yang ada di dalam pusara itu masih utuh.
"Galiannya tidak terlalu dalam, jadi jenazah yang ada di dalam tidak kelihatan. Meski pihak keluarga tidak keberatan, kasus ini masih tetap diselidiki," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Adat Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Buleleng dihebohkan dengan terbongkarnya sembilan pusara di setra desa adat setempat.
Peristiwa ini diketahui pada Kamis 7 April 2022.
Seorang warga Desa Gerokgak bernama Gede Sukadana hendak membuat liang lahat untuk warga yang meninggal.
Ia dibuat terkejut saat melihat ada sembilan pusara yang dalam keadaan tergali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/polisi-bersama-warga-saat-mengecek-sembilan-pusara.jpg)