Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Perang Rusia VS Ukraina

RUDAL Balistik Antar Benua, Rusia Ingatkan Barat!

Hingga akhirnya terjadi perang, yang tentu saja merugikan warga sipil dan menimbulkan berbagai krisis termasuk krisis kemanusiaan. 

Tayang:
Kompas.com
Ilustrasi peluncur rudal.(Shutterstock) 

TRIBUN-BALI.COM - Perseteruan antara Rusia dan Ukraina, nampaknya belum menemukan titik terang perdamaian. 

Ukraina yang hendak bergabung dengan NATO, membuat Rusia marah dan geram. 

Hingga akhirnya terjadi perang, yang tentu saja merugikan warga sipil dan menimbulkan berbagai krisis termasuk krisis kemanusiaan. 

Padahal sebelumnya kedua negara ini, adalah saudara serumpun yang tergabung dalam Uni Soviet sebelum bubar pasca berakhirnya perang dunia ke-2. 

Perang pun masih berlanjut, dan Rusia tetap mengancam dengan keberadaan rudal balistik antar benua miliknya. 

Militer Rusia mengatakan, pihaknya berhasil melakukan uji coba pertama rudal balistik antar benua baru pada bulan April 2022 lalu.

Presiden Vladimir Putin, mengatakan senjata terbaru ini akan membuat Negara-negara Barat 'berpikir dua kali' sebelum menyembunyikan niat agresif apa pun terhadap Rusia.

Baca juga: WOW! Marshel Widianto Bakal Nikahi Celine Evangelista?

Uji peluncuran rudal Sarmat ini, dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskwa dan Barat, atas serangan Rusia ke Ukraina.

Ini juga menonjolkan penekanan Kremlin, pada kekuatan nuklir negara itu.

Berbicara kepada pejabat senior, Putin memuji peluncuran Sarmat.

Pria yang dikabarkan akan operasi kanker itu, mengklaim bahwa rudal baru tidak memiliki analog asing dan mampu menembus pertahanan rudal prospektif.

“Senjata yang benar-benar unik ini akan memperkuat potensi tempur angkatan bersenjata kita, memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal. Ini (juga) membuat mereka, yang dalam panasnya kepanikan retorika agresif, mencoba mengancam negara kita, berpikir dua kali,” kata Putin dikutip dari Kompas.com.

Sanksi baru Barat melarang ekspor produk teknologi tinggi ke Rusia, dan secara khusus menargetkan industri senjatanya sebagai tanggapan atas tindakan Moskwa di Ukraina.

Tapi Putin menekankan bahwa Sarmat dibuat secara eksklusif dari komponen dalam negeri.

“Tentu saja, ini akan menyederhanakan produksi serial sistem (pertahanan) oleh perusahaan-perusahaan di sektor industri militer dan mempercepat pengirimannya ke Pasukan Rudal Strategis,” tambahnya.

Baca juga: VIRAL! Bule Melalung di Tabanan, Berikut 8 Pohon Yang Dianggap Keramat di Bali 

Jerman hentikan pengiriman senjata.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa rudal balistik antar benua ICBM Sarmat, Rusia diluncurkan Rabu 20 April 2022, dari fasilitas peluncuran Plesetsk di Rusia Utara dan hulu ledak latihannya.

Uji coba itu berhasil mencapai target tiruan, di lapangan tembak Kura di timur jauh Semenanjung Kamchatka.

Dikatakan peluncuran tersebut sepenuhnya berhasil membuktikan karakteristik rudal dalam semua fase penerbangannya.

Baca juga: WADUH! Warga Pertanyakan Pembangunan Pabrik Mikol di Tegalbadeng Timur

Sarmat adalah rudal berat yang telah dikembangkan selama beberapa tahun, untuk menggantikan Voyevoda buatan Soviet, yang diberi 'kode Setan' oleh Barat.

Ini merupakan inti dari penangkal nuklir Rusia.

“Sarmat adalah rudal paling kuat yang memiliki jangkauan tertinggi di dunia, dan itu akan secara signifikan meningkatkan kemampuan kekuatan nuklir strategis negara itu,” kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataannya.

Kementerian mengatakan, Sarmat mampu membawa kendaraan luncur hipersonik bersama dengan jenis hulu ledak lainnya.

Militer Rusia sebelumnya mengatakan, bahwa kendaraan hipersonik Avangard dapat dipasang ke rudal baru ini.

Baca juga: Sedih! Target Pelanggan Belum Ada Meski Ramai Pengunjung di Kuta

Menurut pihak militer, Avangard mampu terbang 27 kali lebih cepat dari kecepatan suara, dan membuat manuver tajam dalam perjalanannya ke sasaran untuk menghindari perisai rudal musuh.

Ini telah dipasang ke rudal balistik antar benua buatan Soviet, bukan hulu ledak tipe lama, dan unit pertama yang dipersenjatai dengan Avangard mulai bertugas pada Desember 2019.

Dmitry Rogozin, Kepala Badan Roscosmos negara bagian yang mengawasi pembangunan pabrik rudal Sarmat.

Menggambarkan uji coba pada April 2022 itu, sebagai 'hadiah untuk NATO' dalam sebuah komentar di saluran aplikasi perpesanannya.

Rogozin mengatakan Sarmat akan ditugaskan oleh militer musim gugur ini, setelah selesainya uji coba.

Dia menyebutnya sebagai senjata super.

Menanggapi uji coba rudal baru berkemampuan nuklir Rusia ini.

Sekretaris pers Pentagon, John Kirby, mengatakan Moskwa telah memberi AS pemberitahuan sebelumnya tentang peluncuran tersebut.

Hal itu sejalan dengan perjanjian pengendalian senjata nuklir New START, antara Moskwa dan Washington.

Baca juga: WOW! Marshel Widianto Bakal Nikahi Celine Evangelista?

“Rusia dengan tepat memberitahu Amerika Serikat (AS) di bawah kewajiban START Baru, bahwa mereka berencana untuk menguji ICBM ini,” katanya.

“Pengujian semacam itu rutin. Itu tidak mengejutkan. Kami tidak menganggap tes itu sebagai ancaman bagi Amerika Serikat atau sekutunya,” imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusia Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua Baru, Putin Kirim Peringatan untuk Barat",

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved