Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Punggalan Barong Berbahan Bambu Hiasi Alun-alun Bangli, Usung Konsep Interaksi dengan Pengunjung

Sebuah karya seni wajah (punggalan) barong berdiri megah di pintu masuk sebelah selatan Alun-alun Kota Bangli

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Karya instalasi barong di alun-alun kota Bangli - Punggalan Barong Berbahan Bambu Hiasi Alun-alun Bangli, Usung Konsep Interaksi dengan Pengunjung 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah karya seni wajah (punggalan) barong berdiri megah di pintu masuk sebelah selatan Alun-alun Kota Bangli.

Karya seni berbahan ramah lingkungan itu diprakarsai oleh warga dari Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli, Bali.

Ide karya instalasi barong ini berasal dari I Nengah Sujena.

Ukuran karya ini memiliki tinggi mencapai 7 meter dan panjang 11 meter.

Baca juga: ICON Bangli! Punggalan Barong Berbahan Bambu Hiasi Alun-alun Kota 

Nengah Sujena yang juga Kepala Lingkungan Banjar Kawan itu mengatakan, pembuatan karya ini merupakan permintaan dari Event Organizer (EO) Rise of Bangli untuk membuat dekorasi.

Selanjutnya, ia mengumpulkan sejumlah anak muda dari Banjar Kawan untuk merancang konsep yang akan diusung.

"Kami mengusung konsep interaksi antara karya dengan pengunjung, sehingga tidak hanya bisa dilihat, namun juga bisa dilalui pengunjung. Setelah perbincangan dengan teman-teman, akhirnya disetujuilah membuat karya instalasi barong ini. Alasan memilih barong, karena barong adalah simbol darma atau kebenaran," jelasnya saat ditemui, Rabu 4 Mei 2022.

Total ada 10 anak muda yang terlibat dalam pembuatan karya seni ini.

Proses pembuatannya membutuhkan waktu selama 14 hari.

"Pengerjaannya selama 10 jam per hari, dan seluruhnya dikerjakan pada malam hari," katanya.

Sujena yang juga seorang seniman lukis dan patung ini menyebut, karya instalasi barong ini memanfaatkan bahan ramah lingkungan.

Misalnya kerangka yang berbahan kayu albesia, sedangkan bentuk barongnya menggunakan 7.000 sayatan bambu atau yang biasa disebut tebihan bambu.

"Nanti sore akan dipasang lampunya. Dan karya ini akan berada di sini hingga 29 Mei," ucapnya.

Secara keseluruhan ada tiga dekorasi yang dibuat dengan anggaran Rp 35 juta.

Mulai dari karya instalasi barong, tulisan Bangli Era Baru, dan backdrop photo booth menggunakan ulatan janur.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved