Kesehatan

BAHAYA Duduk Bungkuk! Bisa Kena Saraf Kejepit!

Jika rasa nyeri dan sakit pada leher, kondisi-kondisi saraf terjepit bisa diperberat dengan bermain handphone terlalu lama atau bahkan terlalu lama be

Tribun Health
ilustrasi posisi duduk yang salah 

TRIBUN-BALI.COM - Jika rasa nyeri dan sakit pada leher, kondisi-kondisi saraf terjepit bisa diperberat dengan bermain handphone terlalu lama atau bahkan terlalu lama bekerja di depan komputer dan salah duduk.

dr. Nurul mengatakan bahwa saraf kejepit paling sering terjadi, pada area pinggang, 80 persen kejadian saraf kejepit terjadi diare lumbalima.

dr. Nurul menyampaikan posisi duduk yang benar, ialah punggung tetap harus lurus dan tidak boleh terlalu membungkuk.

Baca juga: BAHAYA! Ini Dampak Minum Air Putih Terlalu Banyak Sebelum Tidur

Banyak yang menulis ataupun mengetik dengan posisi sedikit membungkuk, ternyata posisi tersebut salah.

Ketika duduk harus dalam posisi tegak, tangan harus lurus, kepala atau mata sejajar dengan monitor.

Ketika mengetik posisi kepala tidak boleh terlalu menunduk, karena dapat menimbulkan saraf terjepit pada leher.

Baca juga: Rekrutan Anyar! M. Ridho Adaptasi Cepat Menjadi Tantangan

Tidak diperbolehkan duduk dengan posisi terlalu miring, karena dapat menyebabkan perubahan posisi tulang.

Apabila posisi tulang berubah, maka cenderung sering terkena saraf kejepit.

Untuk mengatasi saraf kejepit pada pinggang terdapat beberapa gerakan atau stretching yang bisa dilakukan, yakni ketika berdiri mengambil posisi menunduk sekitar 90 derajat.

Kemudian berdiri kembali dan memiringkan ke kanan, miring ke kiri, dan kemudian ke belakang.

Baca juga: Wah! Jembrana Garap Budidaya Buah Alpukat 

Stretching juga bisa dilakukan dengan duduk tidak hanya berdiri saja.

Pada posisi duduk, badan bisa dimiringkan ke kanan dan ke kiri.

Perlu diingat bahwa saat memiringkan badan ke kanan, maupun kekiri sangat tidak diperbolehkan hingga berbunyi 'krek'.

dr. Nurul menyampaikan bahwa, jika sering memiringkan tulang hingga berbunyi, maka akan mempermudah terjadinya osteoporosis atau pengapuran tulang.

Baca juga: RUSIA Duduki Kedatangan Wisman Tertinggi di Bali Pada Februari 2022

Halaman
12
Sumber: TribunStyle.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved