Berita Bali
Di Atas KRI Surabaya-591 di Perairan Bali, KSAL Yudo Margono Terima Anugerah Ksatria Padma Nusantara
KSAL, Laksamana TNI Yudo Margono di atas Kapal Perang KRI Surabaya-591 di Perairan Bali menerima penganugerahan Ksatria Padma Nusantara.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ragil Armando
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono di atas Kapal Perang KRI Surabaya-591 di Perairan Bali menerima penganugerahan Ksatria Padma Nusantara.
Anugerah Ksatria Padma Nusantara diberikan oleh Puri Blahbatuh Ubud Gianyar kepada KSAL Yudo Margono disaksikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace dan sejumlah unsur Forkopimda Bali beserta tokoh-tokoh adat Bali.
Sebelum berlayar dengan KRI Surabaya 591 terlebih dahulu Perwira Tinggi TNI AL itu menyerahkan bantuan 200 paket sembako kepada nelayan di Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali.
Baca juga: KSAL Laksamana Yudo Margono Perintahkan Bendera Setengah Tiang 3 Hari, Duka untuk Letda Ikbal
KRI Surabaya 591 berlayar dari Dermaga Timur Pelabuhan Benoa kemudian berlayar di perairan Bali, pelaksanaan acara dilaksanakan selama di atas perairan Bali.
Kapal perang sepanjang sekitar 120 meter ini berlayar dengan kecepatan sekitar 10 Knot di perairan Bali.
Baca juga: KSAL Tantang Pelempar Isu Perwira AL Dibayar Rp 4,2 M demi Bebaskan Kapal Asing: Silakan Buktikan
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, Puri Blahbatuh merupakan dinasti terakhir Kerajaan Udayana, dan sejak 1.000 tahun lalu telah ikut menjaga keutuhan Nusantara.
Pada masa kerajaan dulu, Raja Blahbatuh menetapkan bunga padma atau teratai berwarna pink sebagai tanda kerhormatan.
Baca juga: Salah Ucap Wapres Jadi Pertanda KSAL Yudo Margono Bakal Jadi Panglima TNI?
Orang yang menerima penghargaan ini tentunya bukan orang sembarangan.
Namun pemberian ini atas pertimbangan orang tersebut terbukti berkomitmen dalam menjaga dan melindungi, serta menyejahterakan masyarakat.
Baca juga: KSAL Luncurkan KRI Golok, Kapal Perang ‘Siluman’ Buatan Dalam Negeri
Bunga padma dipilih karena dipercayai sebagai simbol kesucian.
Memiliki karakter unik, karena hidup di tiga tempat sekaligus.
Baca juga: Detik-detik Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang Kontak, KSAL: Belum Ada Bukti Autentik Tenggelam
Akarnya ada di dalam tanah atau lumpur.
Batangnya dalam air, dan bunganya selalu berada di atas yakni udara.
Baca juga: Penemuan Seaglider di Selayar Yang Disebut Drone Mata-mata, Ini Penjelasan KSAL
Tanpa noda tidak ada kotoran yang bisa menyentuhnya, sehingga bunga ini dijadikan simbol kesucian. (*)