Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Human Interest

Rah De Budidaya Waru Varigata, Dijual Hingga Rp500 Ribu, Modal Rp100 Ribu

Di pedesaan, biasanya waru digunakan sebagai makanan ternak. Tapi siapa sangka waru varigata di Denpasar bisa terjual hingga ratusan ribu.

Tribun Bali/Putu Supartika
Rah De saat menunjukkan waru varigata yang berharga hingga ratusan ribu, Kamis 12 Mei 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di pedesaan, biasanya waru digunakan sebagai makanan ternak.

Tapi siapa sangka waru varigata di Denpasar bisa terjual hingga ratusan ribu.

Salah satu pembudidaya waru varigata di Denpasar adalah Anak Agung Ngurah Gede Yudiantara (38).  

Ia membudidayakan waru varigata ini di rumahnya di Jalan Sekar Gang 7 Nomor 7 Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar.

Baca juga: Tanpa Denda, Sidak Masker di Depan Pasar Sanglah Denpasar Hanya Jaring 10 Pelanggar

Dirinya mulai membudidayakan waru ini sejak setahun lalu.

Dimulai dengan membeli dua bibit seharga Rp50 ribu untuk satu bibit di Bogor.

"Dua bibit itu saya jadikan indukan, dan sekarang sudah jadi banyak," kata lelaki yang biasa disapa Rah De ditemui Kamis 12 Mei 2022.

Menurutnya, peminat waru varigata ini sangat banyak.

Hal ini dikarenakan memiliki corak warna putih yang mencolok.

"Bedanya dengan waru biasa cuma warna daunnya corak putih marbel. Apalagi sekarang apa yang bercorak marbel lagi diminati," katanya.

Baca juga: KORUPSI LPD Serangan, Kelihan Banjar Desa Adat Serangan Datangi Kejari Denpasar 

Peminatnya kebanyakan dari kalangan ibu-ibu untuk interior rumah.

Rah De menjual tanaman ini seharga Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu tergantung kerimbunan.

Waru varigata ini dikembangkan dengan cara stek batang.

Bisa juga disambung dengan waru biasa, dimana waru biasa digunakan sebagai batang primer.

"Kalau disambung, 2 minggu sudah bisa hidup. Perawatannya juga simpel, tinggal siram dua hari sekali," katanya.

Selain bisnis waru varigara, dirinya juga menjalani bisnis tanaman interior.

Ia mulai menjual tanaman sejak pandemi Covid-19.

Sebelumnya ia merupakan pekerja pariwisata.

Karena terdampak pandemi, sempat menjual gorengan dan akhirnya menggeluti bisnis penjualan tanaman.

"Saya sering buka stan di mal-mal, dan di sana banyak ada peminat tanaman termasuk waru varigata ini," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved