Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

TERKINI SUBANG: Kades Jalancagak Sebut Pelaku Masuk Kanal YoTube, Memframing Para Saksi, Siapa?

Memasuki sembilan, kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang masih belum menemukan titik terang.

Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Tangkapan Layar via Surya.co.id
Adik Tuti Suhartini, Indra Zaenal yang menjabat Kepala Desa Jalan Cagak mengingatkan kepada para Youtuber yang mengulas kasus Subang tidak berspekulasi terkait pembunuh Tuti dan Amalia. Terbaru, dia menuduh pelaku masuk Kanal YouTube. 

TRIBUN-BALI.COM, SUBANGTERKINI SUBANG: Kades Jalancagak Sebut Pelaku Masuk Kanal YoTube, Memframing Para Saksi, Siapa?

Memasuki sembilan, kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang masih belum menemukan titik terang.

Lamanya pengungkapan Kasus Subang pun membuat timbulnya spekulasi dari berbagai pihaknya.

Salah satunya adalah, Indra Zainal Alim yang merupakan adik dari mendiang korban Subang, Tuti Suhartini dan paman dari Amalia Mustika Ratu.

Menurut Indra, pelaku Subang sengaja masuki ke kanal youtube untuk mem-framing para saksi.

Ia menuturkan pelaku sebenarnya ini lah yang 'menggoreng' isu untuk menyudutkan pihak tertentu.

"Kan cepat kalau media sosial. Akhirnya orang yang datang, minta keterangan, baru tahu separuh," ujar Indra dikutip dari Tribun-Bali.com dari Kanal YouTube Koin Seribu 77 lewat Surya.co.id pada Kamis 12 Mei 2022 dalam artikel berjudul KASUS SUBANG TERBARU, Tuduhan Yosef dan Kades Jalancagak: Pelaku Masuk Youtube untuk Goreng Isu.

Framing lain yang dilakukan pelaku terkait keuangan yayasan.

"Dicuatkannya masalah yayasan. Yayasan itu dapat uangnya berapa ratus juta. Itu pun untuk sekolah. Lalu digadang-gadang untuk pencucian uang dengan partai politik," katanya.

Indra mengaku paling tidak terima  dengan framing pelaku yang menuduh polisi disuap dalam kasus ini.

Baca juga: UPDATE SUBANG: Memasuki Sembilan Bulan, Yosef Tunggu Perminta Maafan Danu, Tuduh Sosok Ini

Padahal menurutnya, tidak mungkin dalam kasus pembunuhan ada penyuapan.

"Terus kalau benar, Pak Yosef punya duit berapa untuk menyuap polisi? Terus kepentingan Pak Yosef apa, justru Pak Yosef mau membuka," ungkap Indra.

"Saya agak terima ketika polisi sudah berusaha semaksimal mungkin, dituding disogok, disuap padahal polisi ada keterbatasannya," ujar Indra.

Meski begitu, Indra sempat termakan framing yang menyebut pelaku adalah orang dekat.

Secara blak-blakan Indra mengaku sempat mencurigai Yosef di awal-awal kasus ini.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved