Berita Bali
Setelah Lebaran, Mobil Bekas Masih Jadi Pilihan Karena Ekonomis
Jelang mudik, penjualan mobil bekas mengalami kenaikan sekitar 20 persen. Setelah mudik, ternyata tidak mengalami penurunan.
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Ragil Armando
Laporan Wartawan Tribun Bali, Arini Valentya Chusni
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kalau sebelumnya, jelang Lebaran penjualan mobil bekas mengalami kenaikan permintaan penjualan, setelah lebaranpun sama halnya.
Permintaan terhadap penjualan dan pembelian mobil bekas semakin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Jelang mudik, penjualan mobil bekas mengalami kenaikan sekitar 20 persen. Setelah mudik, ternyata tidak mengalami penurunan.
Baca juga: Tak Kuat menanjak, Mobil Pick Up Kakek Ruslan Jatuh ke Jurang Jalur Jembatan Maut Laplapan Ubud
Bahkan, dipilihnya mobil bekas karena harga yang ekonomis sehingga masyarakat masih mampu untuk membelinya.
Sempar mengalami penurunan di awal pandemi tahun 2020, yakni showroom mobil bekas mengalami penurunan permintaan pelanggan sekitar 20 persen.
Baca juga: Wabah Penyakit PMK, Pengiriman Ternak Jawa-Bali Dihentikan Sementara
Kini, bisnis jual beli mobil bekas kembali bangkit.
Seperti yang dirasakan Gus Oka pemilik showroom mobil bekas Amoh Mobilindo, yang berlokasi di Jalan Padang Luwih No 36, Dalung, Kuta Utara.
Baca juga: TERBARU Promo Alfamart dan Indomaret: Adem sari Cingku cuma Rp5.900 dan Indomilk Kids cuma Rp3.100
Ia mengatakan saat pandemi, harga jual mobil bekas sangat turun sekitar 10-15 % .
Namun, Gus Oka mengakalinya dengan menjual barang mobil dari Bali keluar pulau Bali yang notabennya harga mobil bekas disana cenderung stabil.
Baca juga: Dalam Tiga Bulan, Realisasi Pajak Reklame di Bangli Naik Hingga 3000 Persen
"Ya saya punya barang dari Bali, saya jual ke Kalimantan, Lombok, atau Jakarta. Disana masih tinggi peminatnya untuk mobil bekas, jadi waktu pandemi kemarin tidak terlalu kerasa turun untuk bisnis saya ini, apalagi sekarang keadaan berangsur membaik," terang Gus Oka pada Tribun Bali, Jumat (22/04/2022).
Namun di tahun 2022 ini, perlahan permintaan terhadap mobil bekas mengalami kenaikan dan harga kembali stabil.
Baca juga: INI DAFTAR 32 Pemain Bali United, Program Latihan Sudah Jalan 3 Kali, Beberapa Pemain Masih Absen
Showroom mobil bekas Amoh Mobilindo pun perbulannya menjual minimal 10-15 unit.
Menurutnya, masyarakat masih berminat membeli mobil bekas dengan harga sedikit miring dari pasaran.
Baca juga: Ini 5 Tips Kembalikan Pola Makan Sehat Usai Ramadan dan Lebaran
Ada beberapa mobil yang ready dan siap pakai yakni Xenia, Hrv, Brio, Innova Reborn, Ignis, Pajero, Fortuner dan sebagainya.