Berita Bangli

Setahun Subak Pecala Hanya Sekali Tanam Padi, Debit Air Kecil, Tunggu Giliran Air Tiap Enam Bulan

Setelah kekeringan selama tiga tahun lamanya, Subak Gede Tampa Daha di wilayah Kelurahan Bebalang, Bangli akhirnya kembali mendapatkan air

Tribun Bali
Mulai tanam - Wilayah subak Pecala di Kelurahan Bebalang Bangli yang sudah mulai ditanami padi. Senin (16/5). 

 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Setelah kekeringan selama tiga tahun lamanya, Subak Gede Tampa Daha di wilayah Kelurahan Bebalang, Bangli akhirnya kembali mendapatkan air.

Walau demikian air irigasi yang mengaliri subak cenderung tidak maksimal. Dampaknya, para petani hanya mampu menanam padi sekali dalam setahun.


Kelihan Gede Tampa Daha, I Wayan Lanus menjelaskan, wilayah subak gede Tampa Daha mendapat pasokan irigasi yang berasal dari jaringan irigasi Sidembunut Kanan.

Baca juga: JANGAN Bakar Jerami, Bisa Jadi Pupuk Kompos Untuk Petani di Bali

Namun tiga tahun lalu, hujan deras yang melanda Kota Bangli mengakibatkan sumber air dari tanggul Munduk Bebengan di wilayah Banjar Tegalalang, Kelurahan Kawan, Bangli jebol. 


Karena musibah tersebut, jaringan irigasi di Sidembunut kanan tidak mendapat air, sehingga berimbas pada subak gede Tampa Daha.

"Subak Tampa Deha mewilayahi beberapa Subak, seperti Subak Pecala, Umatai, Umanyar dan Siladan," sebutnya Senin (16/5).


Namun demikian, pada tahun 2021 akhirnya dilakukan perbaikan, sehingga saat ini jaringan irigasi sudah dialiri air.

"Sekitar bulan Maret airnya sudah kembali lagi, namun debitnya kecil. Sehingga harus giliran tiap enam bulan," ucapnya. 


Terpisah, Kelihan Subak Pecala, I Nyoman Suarjaya mengaku bersyukur karena setelah tiga tahun kekeringan, kini Subak Gede Tampa Daha sudah kembali mendapatkan air.

Pihaknya mengiyakan air irigasi sudah mulai mengalir pada bulan Maret, dan petani sudah kembali menanam padi bulan April.

Baca juga: Buka Lomba Mancing Air Deras di Beringkit, Sekda Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Irigasi Subak


Meski demikian hal ini tidak serta merta membuat para petani bernafas lega.

Pasalnya, debit air yang mengaliri jalur irigasi Sidembunut kanan cenderung berkurang.

"Banyak sumber air yang mungkin terbuang ke Tukad Melangit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved