Ngopi Santai

RENUNGAN JIWA - Ikuti Passion Anda, dan Betulkah Sukses Akan Mengikuti?

Berangkat dari peryataan Jobs itu, muncul ungkapan “follow your passion, and success will follow you”.

Penulis: Sunarko | Editor: Sunarko
pixabay
Betulkah mengikuti passion akan mengantar pada kesuksesan? 

TRIBUN-BALI.COM - “Anda harus menemukan apa yang anda cintai untuk menghasilkan karya yang hebat. Jika anda belum menemukannya, teruslah cari. Jangan berpuas diri.”

Demikian kurang lebih pernyataan yang diungkapkan oleh almarhum Steve Jobs, pendiri Apple Corps yang legendaris itu, suatu ketika di tahun 2005. Pidato Jobs di depan para wisudawan Universitas Stanford tersebut kemudian bergema luas.

Intinya, ia menekankan pentingnya passion terhadap apa yang seseorang kerjakan. Tanpa passion, orang akan mudah menyerah. Jobs sepertinya menyetarakan passion terhadap pekerjaan dengan mencintai apa yang dikerjakan. 

Padahal, mungkinkah cinta muncul secara simsalabim, langsung seketika terwujud jadi sejak di awal?

Yang jelas, berangkat dari pernyataan Jobs itu, muncul ungkapan “follow your passion, and success will follow you”.

Ungkapan itu kemudian seperti menjadi mantra yang “menyihir” para pencari kerja dan bahkan para pekerja yang masih galau dengan bidang pekerjaan yang dijalaninya saat ini, untuk lebih mengejar passion.

Baca juga: Kisah Tanya Jadi Content Creator Wisata Bali, Kuncinya Passion dan Senang Berbagi

Kalimat “follow your passion, and success will follow you” diterjemahkan “ikuti passion anda, dan kesuksesan akan mengikuti anda”.

Ia berangkat dari asumsi bahwa setiap orang memiliki passion, dan passion itu menanti untuk ditemukan.

Sebelum melanjutkan, kita  perlu ketahui dulu apa yang dimaksud dengan passion itu.

Ada beberapa definisi tentang passion. Kamus Merriam-Webster dan Cambridge Dictionary, antara lain mendefinisikan passion sebagai perasaan suka yang kuat, hasrat tinggi, ketertarikan yang kuat, gairah, semangat.

Sementara laman Dictionary.com mendeskripsikan passion sebagai perasaan atau emosi yang begitu kuat, atau bisa diartikan juga passion adalah mencintai sesuatu.

Disebutkan, ketika seseorang melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan passion, mereka akan merasa lebih hidup dan merasa tidak terbebani dalam melakukan pekerjaan. Jadi, passion dimaknai seperti panggilan hidup (inner calling).

Nah, jangan-jangan, kebanyakan orang memang mengartikan passion sebagai panggilan hidup itu?!

Jika demikian, boleh jadi di sinilah letak masalahnya. Sebab, menurut Arvan Pradiansyah (penulis buku The 7 Laws of Happiness), panggilan hidup dan passion merupakan dua hal berbeda.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved