Berita Bali

Kelonggaran Penggunaan Masker Jadikan Momentum Kunjungan Wisman di Bali Meningkat

Kelonggaran penggunaan masker yang diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo bukan hanya disambut baik oleh masyarakat

istimewa kiriman Stakeholder Relation Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali.
Suasana Bandara Ngurah Rai - Kelonggaran Penggunaan Masker Jadikan Momentum Kunjungan Wisman di Bali Meningkat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kelonggaran penggunaan masker yang diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo bukan hanya disambut baik oleh masyarakat.

Namun juga para stakeholder pariwisata di Bali.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, Nyoman Nuarta mengatakan, pelonggaran kebijakan tersebut merupakan momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan datang ke Bali baik wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Tak hanya lepas masker, pemerintah juga kini melonggarkan aturan terkait pelaku perjalanan yang tak perlu lagi tes Covid-19 (Tes RT-PCR maupun Tes Antigen) jika telah divaksin Covid-19 lengkap.

Baca juga: Ditemani Masker Tiga Tahun, Warga Enggan Lepas, Sebut Manfaat ini Pasca Instruksi Presiden Jokowi

Ia menilai, Pemerintah Provinsi Bali sudah mampu melaksanakan tugasnya untuk menekan penularan Covid-19 dengan baik dan berkelanjutan.

Hal itu dibuktikan dengan semakin menurunnya kasus Covid-19 di Bali.

"Saya berharap Bali sudah sepatutnya dijadikan daerah endemi bukan lagi pandemi. Kalau sampai Bali bisa dijadikan endemic, saya berani memastikan kunjungan akan terus meningkat,” ungkapnya, Kamis 19 Mei 2022.

Namun ketika Bali sudah dibuka dengan persyaratan yang sangat memudahkan wisatawan datang ke Bali sampai hari ini, nyatanya masih ada beberapa negara yang internal atau negara yang masih menerapkan karantina bagi penduduknya yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Contoh, Tiongkok masih melarang warganya keluar karena di internal negaranya Covid-nya masih belum selesai. Korea dan Jepang regulasinya menerapkan sistem kalau warga Korea dan Jepang keluar dari negaranya, baliknya harus dikarantina lagi selama 2 mingguan dan semua biaya karantina dibebankan secara pribadi tidak ditanggung sama negaranya,” tambahnya.

Hal ini tentunya masih menyebabkan kedatangan wisman ke Bali sedikit tertahan. Khususnya dari negara-negara tersebut.

Meski demikian, pihaknya tetap optimis kedatangan wisman ke Bali akan kian meningkat.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved