Sponsored Content

Ketua DPRD Badung Bantu Masyarakat Badung Dapatkan Beras C-Par, Melalui Koperasi PAS

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, Putu Parwata meluncurkan Koperasi Pinake Ane Sujati (PAS).

Istimewa
Ketua DPRD Badung Putu Parwata - Ketua DPRD Badung Bantu Masyarakat Badung Dapatkan Beras C-Par, Melalui Koprasi PAS 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dalam mempermudah dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Badung, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, Putu Parwata meluncurkan Koperasi Pinake Ane Sujati (PAS).

Peluncuran Koperasi PAS tersebut bertujuan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat Badung dan mempermudah masyarakat mendapatkan beras C-Par.

Ketua DPRD Badung, Putu Parwata mengatakan, koperasi PAS ini merupakan rintisan dirinya untuk membangkitkan perekonomian di Kabupaten Badung, Bali, di mana koperasi ini diluncurkan di Dalung dan anggotanya seluruh KK yang ada di Kelurahan Dalung.

"Koperasi ini bergerak di kebutuhan pokok. Jadi saya Putu Parwata sekaligus Ketua DPRD Badung ingin membangun ekonomi Badung ini lebih stabil dengan teori kerakyatan. Yang saya sebut adalah ekonomi kerakyatan berbasis masyarakat dan pertanian," kata Putu Parwata di ruang Parwata Center Kwanji Kuta Utara, Kamis 26 Mei 2022

Baca juga: BAKAL Dapat Dana Hibah Rp 1 Miliar Per Dewan, Ini Pembahasan DPRD Badung Bali

Koperasi yang akan bergerak sebagai distributor pangan dan simpan pinjam itu, kata Parwata, akan diperkenalkan pada hari Rabu 1 Juni 2022, yang juga disertai pasar murah.

Bahkan hari ini kupon sedang beredar untuk beras berkualitas dengan harga murah.

"Jadi koperasi ini berada dibawah PT. Padi Alam Semesta (PT PAS). Berasnya berkualitas dan harganya murah. Kita sudah bagikan kurang lebih 25 ribu ton. Itu kita bagikan nanti tanggal 1 Juni untuk menyambut hari raya Galungan," ujarnya.

Sebagai kader partai yang ditugaskan di legislatif memiliki program prioritas, politisi asal Kwanji, Dalung itu mengaku memiliki beberapa program.

Seperti pertanian, pariwisata berbasis pertanian dan budaya, UMKM, Market Digital, Pendidikan, Kesehatan dan Pasar Higienis.

Program tersebut dikerjakan Parwata pada tahun 2019 sampai tahun 2024.

Namun sebelumnya, program pendidikan, kesehatan dan pariwisata sudah dikerjakan sejak tahun 2010 hampir 10 tahun.

"Jadi hari ini sebetulnya genap Klinik Putu Parwata itu berumur 10 tahun. Sekolah CIS yang mencetak peserta didik dan Klinik yang melayani masyarakat itu sudah berumur 10 tahun," bebernya.

Parwata mengingatkan bahwa dirinya juga sudah melaunching beras yang namanya beras C-Par yaitu hasil produksi pertanian yang sedang dirinya kerjakan.

Kemudian, untuk pariwisata berbasis pertanian dan kebudayaan ini dibuktikan dengan Padi Restoran yang ada di tengah-tengah sawah masyarakat.

"Jadi ada sinergi yang kita lakukan yaitu penyerapan tenaga kerja dan pengedukasian dari pada masyarakat. Sehingga lestarilah sawah itu, sawah itu produktif. Kemudian kita berikan beberapa pengedukasian pupuk dan bibit, sehingga harga gabahnya pun bisa naik dan masyarakat bisa menikmati," imbuhnya sembari mengatakan kita akan bantu petani memperoleh hasil pertanian yang maksimal dan bisa dinikmati masyarakat. (*).

Kumpulan Artikel Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved