Berita Karangasem

Terus Meningkat, Wisatawan Mendaki ke Gunung Agung Capai 50 Orang Per Hari

Per hari rata - rata wisatawan yang mendaki capai 30 orang lewat Jalur Pengubengan serta Jalur Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang.

Tribun Bali/Saiful Rohim
Guide Lokal Besakih mendampingi para pendaki naik ke atas Gunung Agung melalui jalur Temukus, Besakih, Kec. Rendang, Jumat 27 Mei 2022 pagi hari. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Wisatawan mancanegara serta domestik yang mendaki ke Gunung Agung meningkat.

Per hari rata - rata wisatawan yang mendaki capai 30 orang lewat Jalur Pengubengan serta Jalur Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang.

Sementara Sabtu - Minggu bisa mencapai 50 orang.

Mangku Komang Kayun selaku Kordinator Guide Pendaki Gunung Agung Besakih, mengungkapkan,  meningkatnya  wisatawan yang mendaki terjadi semenjak September 2021.

Baca juga: Pohon Cempaka Timpa Rumah Sudiarta di Karangasem, Korban Alami Kerugian Jutaan Rupiah

Wisman dan  wisdom yang akan mendaki ke puncak kemungkinan  terus alami  peningkataan dengan kenaikan bertahap.

"Wisatawan yang mendaki rata - rata ingin kemah di atas, sekalian lihat sunrise dan sunset. Wisman yang naik kebanyakan  dari Prancis. Kalau wisdom rata - rata dari luar Bali. Jumat 27 Mei 2022 saya  antar puluhan pendaki ke atas lewat jalur Temukus," kata Mangku Kayun, Jumat 27 Mei 2022 pagi.

Baca juga: Ular Piton Resahkan Warga Karangasem, Mangsa Ternak, Damkar: Siaga dan Tutup Jendela saat Hujan

Jumlah tersebut belum termasuk wisatawan yang  mendaki dari jalur Pura Pasar Agung Sebudi, Sebudi,  Kecamatan Selat dan Kecamatan Bebandem.

Seandainya dikalkulasi semua mungkin bisa mencapai ratusan. 

Pendakian ke puncak tetap harus mengunakan guide lokal di Desa Besakih.

Baca juga: Kecelakaan di Karangasem, Tim SAR Gabungan Bantu Evakuasi Korban, Sri Alami Cedera Kaki Kiri

"Wisatawan yang mendaki harus melibatkan pemandu lokal Gunung Agung Bali."

"Harapannya agar pendaki tetap mematuhi aturan yang berlaku. Terpenting yakni tidak melakukan hal - hal di luar moral. Guide lokal di Desa  Besakih mencapai puluhan  orang," imbuh Kayun, warga asli Temukus.

Pihaknya berharap, wisatawan yang melakukaan pendakian  terus meningkat. Sehingga bisa menghidupkan perekonomian  masyarakat sekitar.

Baca juga: Kisah Anggota Paskibraka Terpilih Mewakili Bali, Pande Ingin Ajak Presiden ke Karangasem

Para pendaki juga diminta untuk tetap mematuhi peraturan yang ditentukan desa adat serta guide lokal.

Harapannya agar selamat sampai tujuan.

"Setelah status Gunung Agung diturunkan, pendaki bisa naik hingga ke puncak. Kondisi di atas juga sudah aman, tidak ada ancaman."

"Wisatawan yang mendaki juga merasa aman, nyaman. Biasanya pendaki naik pagi hari dan ada juga yang berangkat  sore," tambah Jro Mangku, sapaan akrabnya.

Untuk diketahui, pendakian ke atas Gunung Agung sempat ditutup petugas beberapa tahun karena aktivitas Gunung Agung meningkat.

Pendakian ke puncak dibuka setalah status Gunung Agung turun dari waspada (level II) jadi normal (level I) oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana & Geologi. (*)

Berita lainnya di Berita Karangasem

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved