Berita Bali
BINA Lansia Jadi Tugas Semua Pihak, Pemerintah Butuh Kolaborasi Seluruh Pihak
Setiap tanggal 29 Mei, masyarakat Indonesia merayakannya sebagai hari lanjut usia Nasional (Halun).
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Setiap tanggal 29 Mei, masyarakat Indonesia merayakannya sebagai hari lanjut usia Nasional (Halun).
Berbagai aktivitas dilaksanakan, untuk menyemarakkan acara para lansia ini.
Mulai dari senam bersama, hingga acara pertunjukan-pertunjukan lainnya.
Baca juga: SEDIH, Banyak Anak Buang Orang Tua (Lansia) Karena Faktor Ekonomi
Salah satunya, perayaan yang dilaksanakan Yayasan Wreda Sejahtera pada Minggu, 29 Mei 2022, di Wantilan DPRD Provinsi Bali.
Acara tahunan ini, selalu mempertemukan lansia dari seluruh kabupaten dan kota se-Bali.

Dalam acara yang menampilkan berbagai pergelaran ini, mendapat respon positif dari Pemerintah Provinsi Bali.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, sangat mengapresiasi perayaan Halun 2022 oleh Yayasan Wreda Sejahtera.
Baca juga: SEDIH, Banyak Anak Buang Orang Tua (Lansia) Karena Faktor Ekonomi
Ia juga antusias, mengikuti acara sejak awal dan sempat menikmati pertunjukan dari para lansia.
“Saya sungguh sangat mengapresiasi sekali perayaan Halun ke-26 oleh Yayasan Wreda Sejahtera.
Sebenarnya juga tidak hanya pada saat Halun saja.
Tapi dalam rutinitasnya pun pembinaan terhadap lansia juga sudah dilakukan.

Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan Yayasan Wreda Sejahtera yang telah membantu pemerintah membina lansia,” ujar I Dewa Gede Mahendra Putra.
Saat ditemui disela-sela acara, Dewa Gede menjelaskan urusan lansia merupakan urusan kesejahteraan yang berada di bawah naungan Dinas Sosial.
Berbicara tentang kesejahteraan, Kadis Sosial Provinsi Bali ini, mengutarakan urusan tersebut memerlukan kerjasama seluruh pihak.

Oleh karena itu, untuk menyelesaikan urusan lansia diperlukan keterlibatan dari pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.
Mantan Kabiro Humas Provinsi Bali ini, yakin semua orang suatu saat akan menjadi lansia.
Yang tentunya mendambakan kehidupan yang sejahtera.
Baca juga: SEDIH, Banyak Anak Buang Orang Tua (Lansia) Karena Faktor Ekonomi
Semua lansia pasti mengharapkan kebahagiaan, dan kesehatan saat menikmati masa tuanya.
Dinas Sosial sendiri sudah mendirikan panti, yang bisa menjadi tempat pembinaan untuk para lansia.
Ini merupakan bentuk kepedulian kepada para para lansia agar bisa hidup terawat.

Hal senada juga diutarakan I Nyoman Patra, anggota DPR RI Dapil Bali.
Pihak pemerintah juga sudah memberikan fasilitas, sebagai solusi untuk merawat lansia.
Salah satunya dengan berdirinya Rumah Sakit Indra, yang menyediakan fasilitas perawatan mata.
“Pemerintah sekarang sudah punya fasilitas yang bisa merawat mata lansia.
Pembayarannya sendiri sudah bisa menggunakan BPJS Kesehatan, sehingga lebih terjangkau.
Kami berharap dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat tidak ragu untuk berobat,” ujar I Nyoman Patra.
Baca juga: SEDIH, Banyak Anak Buang Orang Tua (Lansia) Karena Faktor Ekonomi
Selain dari pemerintah dinas, dukungan juga diberikan melalui pemerintah adat.
Lansia Bali itu mempunyai dua identitas, yaitu dari dinas dan adat.
Melalui identitas dinas dengan dasar KTP, lansia bisa mendapatkan bantua sosial dari pemerintah.

Sementara melalui krama adat, masyarakat dibina melalui paiketan krama wreda atau krama lingsir.
Sebagai upaya dalam berbakti kepada orang tua (lansia), ia juga memberikan kesempatan pelatihan kepada lansia.
Pelatihan tersebut adalah pembuatan boreh (lulur) eco enzyme.
Baca juga: PERAWAT LANSIA, Kebutuhan Caregiver ke Jepang Tinggi, Semeton Bali Berminat?
Selain meminimalisir pengeluaran, pelatihan ini juga memberikan manfaat secara kesehatan dan finansial kepada lansia.
Ia juga mendirikan Yayasan Tungked Wreda Bali, untuk melakukan pembinaan lansia lebih lanjut.
Harapannya, yayasannya dapat berkolaborasi dengan penggerak lansia lainnya, termasuk pemerintah.
Ini merupakan wujud baktinya kepada orang tua sebagai Tuhan yang paling dekat. (*)