Berita Bali
PERAWAT LANSIA, Kebutuhan Caregiver ke Jepang Tinggi, Semeton Bali Berminat?
Kebutuhan industri akan caregiver, atau perawatan lansia sampai saat ini belum tercukupi.
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kebutuhan industri akan caregiver, atau perawatan lansia sampai saat ini belum tercukupi.
Berdasarkan data Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Media Kompetensi Indonesia, setiap tahun selalu ada permintaan caregiver.
Perlu diketahui, caregiver adalah individu yang secara umum merawat dan mendukung individu lain (pasien) dalam kehidupannya.
Caregiver adalah penyedia asuhan kesehatan untuk anak, dewasa, dan lansia yang mengalami ketidakmampuan fisik atau psikis kronis.
Ns. I Kadek Artawan, M.Kep selaku Direktur LPK Media Kompetensi Indonesia, mengatakan permintaan tersebut tidak datang dari Indonesia saja, melainkan dari luar negeri.
Baca juga: AMBULAN Tabrak Pengendara, PMI Denpasar : Harus Tetap Ikuti Aturan
Beberapa negara seperti Jepang, Uni Eropa, dan Selandia Baru, hingga saat ini masih sangat memerlukan dan melakukan permintaan caregiver ke Indonesia.
"Saya dapat data dari rekanan di Universitas Udayana terkait caregiver. Setiap tahun mereka membutuhkan 800 caregiver ke Jepang. Ada agen Fuji dari Jepang juga, yang membutuhkan 500 caregiver. Baru bisa terpenuhi sebanyak 200 hingga 300 pekerja," jelas Artawan, saat ditemui seusai peresmian LPK Media Kompetensi Indonesia.
Melihat hal ini, maka program pertama yang diusahakan segera dapat dijalankan adalah program caregiver.
Sejak 5 Mei 2022, program ini telah mendapatkan izin resmi untuk dapat dikerjakan.
Baca juga: Hadir Pentas Seni Sastra Saraswati Sewana, Menparekraf Sebut Momentum Kebangkitan Ekonomi Bali
Selain sebagai bentuk tanggapan, atas kebutuhan yang belum terpenuhi.
Program ini juga menjadi peluang memenuhi kebutuhan pasar.
"Pandemi membuat perawatan di rumah meningkat tajam. Lansia akan terus meningkat, karena keuntungan demografis indonesia. Harapan hidup lansia, kini meningkat dari rata-rata 70 tahun, sekarang menjadi 80-90 tahun. Jadi ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujar Artawan.
Artawan menjelaskan, saat ini pemenuhan perawatan lansia bersumber dari perawat atau pelajar sekolah kesehatan.
Baca juga: Federasi Serikat Pekerja Mandiri Bali Melakukan Aksi Solidaritas
Dan belum tentu perawat dan pelajar tersebut, mempunyai keterampilan perawatan lansia.
Oleh karena itu, hadirnya Lembaga Pelatihan Kerja Media Kompetensi Indonesia ini menjadi solusi yang tepat.