serba serbi
BRAHMANA Sejati Bukan Hanya Dari Kelahiran, Pahami Maknanya Secara Mendalam
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, memberikan pemikirannya dalam tulisan yang membahas ihwal Brahmana di dalam Hindu Bali.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Barulah seorang guru (nabe) akan mensucikan, sehingga menjadi seorang brahmana.
Baca juga: WALAKA dan Bedanya Dengan Sulinggih Dalam Hindu Bali
Kemudian bagaimana dengan brahmana sejati?
Dalam kehidupan keagamaan Hindu, maka mereka yang tergolong sebagai pandita atau sulinggih, telah memasuki golongan yang disebut 'brahmana'.
"Brahmana yang dimaksud ini, bukan brahmana karena dari kelahiran.
Namun brahmana dari pelaksanaan dan tugas-tugas kesehariannya.
Sehingga pada dasarnya, hidup sebagai seorang brahmana, adalah sangat berat hukumnya.
Sehingga tidak sembarang orang, dapat digolongkan sebagai seorang brahmana.
Hidup sebagai seorang brahmana sejati, imbuh beliau, harus lulus dari syarat-syarat kebrahmanan yang sangat sulit sekali.
Karena menjadi brahmana sejati, adalah sangat mulia dihadapan Sang Pencipta (Brahman) atau Tuhan.
Sebagai yang menciptakan segala isi dunia ini.
Baca juga: WALAKA dan Bedanya Dengan Sulinggih Dalam Hindu Bali
Dalam Weda Smrti atau Manawa Dharmasastra I.96. disebutkan:
Diantara semua ciptaanNya, mahluk hidup adalah yang paling tinggi.
Diantara mahluk hidup, yang punya pikiran adalah yang paling tinggi.
Diantara yang punya pikiran, manusialah yang paling tinggi.
Diantara manusia Brahmanalah yang paling tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-rsi-bhujangga-waisnawa-putra-sara-shrisatya-jyotimnh.jpg)