serba serbi
BRAHMANA Sejati Bukan Hanya Dari Kelahiran, Pahami Maknanya Secara Mendalam
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, memberikan pemikirannya dalam tulisan yang membahas ihwal Brahmana di dalam Hindu Bali.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
"Dalam sloka di atas, jelas disebutkan bahwa sebagai brahmana mempunyai kedudukan tertinggi dari semua mahluk dihadapan Sang Pencipta atau Tuhan," jelas beliau.
Disamping sloka itu, maka ada sloka lain dalam Weda Smrti atau Manawa Dharmasastra I.97.
Disebutkan, diantara brahmana maka yang ahli Weda adalah yang tertinggi.
Diantara yang ahli Weda, yang mengetahui makna dan cara-cara melaksanakan tugas yang tertinggi.
Diantara yang mengetahui makna dan cara-cara tugas yang telah ditentukan, yang melaksanakan upacara, adalah yang tertinggi.
Baca juga: PHDI Bali Minta Masyarakat Tak Menghujat Sulinggih Meski Terbukti Bersalah, Sudiana: Karma Berjalan
Diantara yang melaksanakan upacara, yang mengetahui Brahman adalah yang tertinggi.
Dari Sloka ini, ditegaskan lagi bahwa seorang brahmana dituntut mengetahui tentang segala hal.
Tidak hanya sebagai pendeta yang ahli dalam Weda.
"Ia (brahmana) juga harus mengetahui hakekat dari Brahman (Tuhan) itu sendiri," tegas beliau.
Apabila hal itu dapat dilakukan, maka ia adalah seorang brahmana sejati.
Serta kedudukannya sangat tinggi di hadapan Sang Pencipta (Tuhan).
Menjadi seorang brahmana sungguh sangat mulia.
Gelar brahmana bukanlah ditentukan oleh atribut, pakaian atau rumah.
Kebrahmanan seseorang juga bukan didapat, dengan cara-cara yang bertentangan dengan hakekat kebrahmanan.
Sebab menjadi seorang brahmana, bukanlah sebuah tujuan.
Melainkan suatu tahapan ke jalan penyatuan dengan Brahman (Tuhan). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-rsi-bhujangga-waisnawa-putra-sara-shrisatya-jyotimnh.jpg)