KKN Desa Penari

KKN Desa Penari Hampir Tembus 8 Juta Penonton, Dosen Budaya UI Lemparkan Kritik!

 Sungguh pencapaian fantastis, karena film KKN di Desa Penari berhasil tembus 8 juta penonton.Pemeran Nur, Tissa Biani pun, mengungkapkan rasa terim

Instagram KKN Movie
Film horor terlaris di Indonesia, KKN Desa Penari. 

Terutama bagi pecinta film bergenre horor, jutaan tiket laku terjual.

Film ini sukses menjadi film nasional terlaris 2022, dengan jumlah penonton meledak hingga 7 juta orang dalam kurun waktu belum sampai satu bulan setelah tayang perdananya di layar perak.

Ilustrasi 'KKN DI DESA PENARI'
Ilustrasi 'KKN DI DESA PENARI' (( Instagram - kknmovie))

Mulanya film ini akan tayang perdana pada Maret tahun 2020.

Namun karena adanya pandemi Covid-19, penayangan film ini pun mengalami penundaan hingga 2 tahun.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Lily Tjahjandari, Ph.D menuturkan awal mula film dan cerita ini bermula dari thread viral di Twitter yang ditulis oleh akun @SimpleM81378523 pada tahun 2019 lalu, kemudian dibuat film layar lebar berdasar dari tulisan akun tersebut. 

Kisah KKN Desa Penari baik akun Twitter maupun film layar lebarnya menceritakan tentang sekelompok mahasiswa yang melaksanakan kegiatan wajib perguruan tinggi pada jamannya yakni Kuliah Kerja Nyata ke desa. 

Program positif itu bertujuan agar para mahasiswa bergerak membantu masyarakat dengan bekal ilmu yang telah dipelajarinya di perguruan tinggi. 

Baca juga: KKN Desa Penari, Benarkah Ini Lokasi Aslinya?

Para mahasiswa diharapkan juga dapat belajar kehidupan sebelum mereka lulus dan terjun ke masyarakat.

Alkisah kelompok mahasiswa ini melaksanakan KKN di suatu desa bernama Desa Penari di Jawa Timur.

Kemudian mereka diganggu oleh hal-hal mistik negatif yang direpresentasikan berupa seorang penari kesenian lokal.

Dan hal itu menimbulkan korban serta trauma mendalam, sekaligus menggagalkan program KKN mereka.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Lily Tjahjandari, Ph.D
Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Lily Tjahjandari, Ph.D (istimewa)

Menurut Lily, yang kemudian menjadi masalah bahwa tanpa disadari sejak dulu cerita-cerita sekitar kesenian dan kebudayaan nasional sering dibungkus berada di pihak antagonis, bagian negatif suatu kisah.

"Sesuatu yang harus dijauhi.

Sesuatu yang harus dihancurkan.

Karena ia adalah musuh kita bersama.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved