Berita Buleleng

SMAN Bali Mandara Lakukan Persiapan Jelang PPDB Sistem Zonasi

Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023, SMA Negeri Bali Mandara memastikan bahwa pihaknya akan menerapkan sistem zonasi. Pi

Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala SMAN Bali Mandara, Nyoman Darta 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) tahun ajaran 2022/2023, SMA Negeri Bali Mandara memastikan bahwa pihaknya akan menerapkan sistem zonasi. Pihak sekolah pun mulai melakukan sejumlah persiapan.

Pada tahun ajaran 2022/2023 ini, SMAN Bali Mandara akan menerima sebanyak 180 peserta didik baru. Pendaftaran dibuka pada 22 hingga 25 Juni mendatang, dengan sistem zonasi atau khusus untuk siswa wilayah Kecamatan Kubutambahan, Tejakula dan Sawan.

Kepala SMAN Bali Mandara, Nyoman Darta belum lama ini mengatakan, pihaknya hanya mengikuti segala kebijakan Pemprov Bali. Dimana dalam kebijakan itu, pemerintah memutuskan bahwa penerimaan siswa baru di SMAN Bali Mandara tidak lagi khusus untuk siswa miskin, melainkan menggunakan sistem zonasi, afirmasi, inklusi, prestasi, rangking nilai raport, dan perpindahan tugas orangtua atau wali.

Atas kebijakan itu, Darta pun menyebut pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan teknis. Mulai dari menyiapkan ruang kelas baru sebanyak lima unit, melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan, serta menyebarkan brosur dan sosialisasi ke sejumlah SMP terdekat.

Baca juga: TERBARU! Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini 29 Mei 2022 di Pegadaian: Emas 0,5 Gram Rp 566.000

Baca juga: Thibaut Courtois Tampil Gemilang Kala Kandaskan Liverpool di Final, Layak Man of The Match

Baca juga: Ramalan Zodiak Kesehatan 30 Mei 2022, Sakit Ringan Bisa Jangkiti Zodiak-zodiak Ini, Tetap Waspada

Pihaknya akan menyulap bekas asrama menjadi lima ruang kelas khusus untuk siswa baru kelas X. Masing-masing kelas nantinya menampung sebanyak 36 orang siswa. Sementara untuk kesediaan bangku, pihaknya juga telah menambahkan sebanyak 15 unit, yang dibeli lewat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Jadi sesuai kebijakan Pemprov, PPDB 2022/2023 di SMAN Bali Mandara khusus kelas X tidak lagi di asramakan. Untuk kelas XI dan XII tetap lanjut di asrama sampai tamat. Kami loyal terhadap kebijakan pemerintah. Tidak menentang dan tidak menolak, karena kami hanya pelaksana kebijakan pemerintah," ucap Darta.

Mengingat masih ada siswa kelas XI dan XII yang berasrama di sekolah, pihaknya telah menyusun sejumlah strategi agar tidak menimbulkan kecemburuan. Mulai dari makan siang, dimana siswa kelas X nantinya diminta membawa makanan dari rumah, untuk disantap bersama-sama dengan siswa kelas XI dan XII yang memang masih mendapatkan jatah makan dari sekolah.

"Sampai hal seteknis itu sudah kami pikirkan, agar tidak ada perbedaan antara siswa yang masih ada di asrama, dengan siswa reguler. Seragam pun nanti akan kami ganti dengan seragam SMA negeri pada umumnya. Kami akan menciptakan hubungan yang harmonis," katanya.

Dengan sistem zonasi ini, Darta mengaku optimis sekolah akan menjaga mutunya, dengan mencetak siswa-siswa berprestasi. Sebab, pihaknya menerapkan kurikulum merdeka. Siswa dituntut untuk berkreatifitas, punya banyak inovasi, dilatih menjadi generasi pencipta, dan memiliki mental yang kuat dan disiplin.

"Sebelum sistem zonasi ini, sekolah khusus memberikan akses kepada anak miskin tanpa melihat prestasinya. Bukan miskin tapi pintar, pokoknya miskin. Sekarang dengan PPDB zonasi ini, saya yakin akan banyak anak-anak yang pintar, tinggal ditingkatkan saja kemampuannya. Dukungan orantua juga akan lebih tinggi, jadi saya rasa prestasi yang diraih akan lebih bagus lagi," terangnya. (rtu)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved