advetorial
TRADISI Ngejot, Gubernur Koster Gemakan Saat Hadiri Halal Bi Halal MUI
Gubernur Bali, Wayan Koster, mengajak masyarakat dari semua unsur agama, suku dan golongan yang tinggal di Pulau Dewata.
TRIBUN-BALI.COM - Gubernur Bali, Wayan Koster, mengajak masyarakat dari semua unsur agama, suku dan golongan yang tinggal di Pulau Dewata.
Untuk ikut bersama-sama membangun Bali, dengan mendukung segala program yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali.
Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Baca juga: Koster Sebut Desa Adat Belum Optimal Jalankan Program Gubernur, Minta Bendesa Tingkatkan Kinerja
Ajakan tersebut disampaikan langsung Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menghadiri acara Halal Bi Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali 1443 Hijriah.
Bersama Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan.
Ketua MUI Bali, Mahrusun Hadiono.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra, Giri Tribroto.
Ketua Yayasan Baitul Mukminiin BKDI Bali, Mardi Soemitra, pada, Minggu (Redite Kliwon, Sungsang),
29 Mei 2022 di Musholla Baitul Mu'Miin BKDI Bali, Denpasar.
Baca juga: Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1443 H, Simak 9 Poin Penting Dalam SK Dewan Pimpinan MUI
Acara Halal Bi Halal Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali 1443 Hijriah, yang mengambil tema ‘Momentum Penguatan Silaturahmi dan Ukhuwah Umat Islam Bal’ ini juga dijadikan momentum oleh Gubernur Wayan Koster untuk mengajak semua umat menjaga kerukunan antar umat beragama.
Serta ikut menjaga kondusifitas Bali.
“Selama ini hubungan antar umat beragama di Bali, berjalan dengan baik dan rukun.
Bahkan pada satu momen tertentu, umat Hindu maupun Muslim di Bali melaksanakan tradisi ngejot
(memberi-red).
Tradisi ngejot ini, menjadi wujud toleransi serta kerukunan antar umat beragama di Pulau Bali yang menunjukkan bahwa perbedaan bukan halangan untuk bersatu dan hidup saling berdampingan dengan damai,” jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.
Baca juga: Jelang Galungan dan Kuningan, Peradah Se-Bali Gelar Ngejot dan Distribusikan 10 Ribu Masker
Kata Mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini, bahwa tradisi ngejot sejalan dengan apa yang telahdiwarisi pendiri bangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gub-mui.jpg)