Berita Denpasar

Masalah Lingkungan Semakin Mengkhawatirkan, ISERS Selenggarakan Asia for Earth 2022

Masalah Lingkungan Semakin Mengkhawatirkan, ISERS Selenggarakan Asia for Earth 2022 Masalah Lingkungan Semakin Mengkhawatirkan, ISERS Selenggarakan As

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/(Putu Yunia Andriyani)
Pelaksanaan Asia for Earth hari pertama yang diselenggarakan di Prime Plaza Hotel and Resort Sanur sebagai bentuk kepedulian terhadap bumi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - International Society of Enviromental Relationship and Sustainability kembali menyelenggarakan Asia for Earth.

Kali ini, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang internasional tersebut.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, tepatnya pada 1-3 Juni 2022 di Kota Denpasar, Bali.

Untuk hari pertama, acara dilaksanakan di Prime Plaza Hotel & Resort, Sanur, Denpasar, Bali.

Sekitar 100 peserta turut serta dalam kegiatan yang berlangsung secara online dan offline.

30 peserta hadir secara langsung, sementara 70 peserta lainnya mengikuti secara daring.

Dr. Bambang Sugiyono AP selaku Ketua Panitia Asia for Earth mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi atas kepedulian terhadap bumi.

Tidak hanya itu, mereka juga berfokus pada permasalahan penghijauan dan lingkungan hidup.

Terkait dengan permasalahan bumi, ia mengatakan tiap hari semakin banyak permasalahan yang menghantui.

Laki-laki yang juga merupakan general sekretaris ISERS ini menambahkan apabila permasalahan tersebut tidak dicarikan solusi, ia khawatir akan merusak bumi.

“Masalah tentang lingkungan ini semakin krusial ya. Yang pertama kita lihat contoh di Indonesia.

Sebanyak 50 juta ton limbah plastik dihasilkan setiap tahunnya. Dan pemerintah berusaha untuk mengurangi 30 ton di tahun 2030.

Plastik ini kan tidak bisa didaur ulang, dalam 100 tahun kemudian juga akan tetap berwujud plastik.

Nah dari sini kita bisa berdiskusi bersama-sama mencari solusi untuk menangani masalah-masalah tersebut,” jelas Dr. Bambang Sugiyono AP.

Ia berharap melalui konferensi kali ini dapat dilanjutkan dengan sosialisasi kepada seluruh masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.

Alumnus Universitas Brawijaya ini menambahkan, berbagai penemuan yang disampaikan dalam konferensi ini dapat menjadi tinjauan yang mudah diakses melalui media sosial.

Dengan demikian, bumi sebagai planet di semesta dapat menjadi lebih ramah lingkungan dan lebih hijau.

Pelaksanaan konferensi di Bali pun disambut baik oleh Rektor Universitas Dwijendra selaku leading international university.

Rektor Universitas Dwijendra, Dr. Gede Sedana mengatakan pembahasan terkait lingkungan ini memang sesuai dengan visi pemerintah dan universitas.

“Permasalahan lingkungan ini sudah menjadi masalah dunia.

Tentu kami sangat mendukung pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Bali.

Saya harap acara ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi Bali, Indonesia, dan global,” ujar Dr. Gede Sedana.

Ia juga mengambil kesempatan untuk menempatkan lokasi kegiatan di Kampus Universitas Dwijendra.

Sebagai key note speaker dalam Asia for Earth, Dr. Gede Sedana akan menjelaskan pelenstarian lingkungan melalui konsep Tri Hira Karana.

Asia for Earth ini merupakan bentuk kolaborasi lembaga-lembaga dan industri.

Baca juga: TUNNEL Garam Dibangun di Kusamba, Upaya Tingkatkan Produksi

Baca juga: Beda Perlakuan Mantan Istri John Hopkins dan Nikita Mirzani, Salah Pilih Pacar?

Baca juga: Sempat Bikin Panik, Usaha Serabut Kelapa Nyaris Ludes Gara-gara Puntung Rokok

Mereka diantaranya IFERP-Institute for Engineering Research and Publication, BioLeagues, dan Global Forum for Sustainable Rueal Development (India), dan Gerlink Energy (Indonesia).

Selain itu, mereka juga melibatkan beberapa universitas di Asia sebagai pihak akademisi atau leading international university.

Terdapat sembilan negara di dunia yang ikut mengambil bagaian dalam forum.

Negara tersebut antara lain, India, Indonesia, Romania, Malaysia, Filipina, Amerika Serikat, Egypt, Bangladesh, dan Irak.

Dalam konferensi ini akan membahas beberapa topik besar terkait lingkungan, pengelolaan sampah, perubahan iklim, dan studi sosial lingkungan. (Yun)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved