Berita Klungkung

ISU Penghapusan Non ASN, Tenaga Kontrak Klungkung Harapkan Ada Penyelamat

Mereka resah dengan wacana penghapusan pegawai non ASN (aparatur sipil negara), di lingkungan pemerintah dari pusat sampai ke daerah.

eka mita
Para guru dan staff TU di Klungkung yang berstatus tenaga kontrak dikumpulkan di Wantilan Pura Kentel Bumi, Selasa (31/5). pegawai berstatus tenaga kontrak di Klungkung mulai resah, dengan wacana penghapusan pegawai non ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan pemerintah dari pusat sampai ke daerah. 

 

TRIBUN-BALI.COM -  Beberapa pegawai berstatus tenaga kontrak di Klungkung mulai resah.

Mereka resah dengan wacana penghapusan pegawai non ASN (aparatur sipil negara), di lingkungan pemerintah dari pusat sampai ke daerah.

Apalagi Pemkab Klungkung, sudah mulai melakukan pemetaan terhadap tenaga kontrak sampai honorer.

Ratusan guru dan staff TU berstatus tenaga kontrak di Klungkung di kumpulkan di Wantilan Pura Kentel Bumi, Banjarangkan, Selasa (31/5)
Ratusan guru dan staff TU berstatus tenaga kontrak di Klungkung di kumpulkan di Wantilan Pura Kentel Bumi, Banjarangkan, Selasa (31/5) (Eka Mita)

Keresahan ini diungkapkan seorang tenaga kontrak di Klungkung, I Wayan R (28).

Ia mengungkapkan keresahannya, dengan adanya wacana penghapusan tenaga non ASN ini.  

Baca juga: PEGAWAI Non ASN Dihapus, Pemkab Klungkung Lakukan Pemetaan Tenaga Kontrak

"Resah sudah pasti, selama ini payuk jakan (penghasilan) saya cuma sebagai tenaga kontrak ini.

Istri juga tenaga kontrak.

Kalau kontrak kami diputus, bagaimana nasib kami," ungkap Wayan R, yang sudah 6 tahun bekerja di Pemkab Klungkung.

Para guru dan staff TU di Klungkung yang berstatus tenaga kontrak dikumpulkan di Wantilan Pura Kentel Bumi, Selasa (31/5). pegawai berstatus tenaga kontrak di Klungkung mulai resah, dengan wacana penghapusan pegawai non ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan pemerintah dari pusat sampai ke daerah.
Para guru dan staff TU di Klungkung yang berstatus tenaga kontrak dikumpulkan di Wantilan Pura Kentel Bumi, Selasa (31/5). pegawai berstatus tenaga kontrak di Klungkung mulai resah, dengan wacana penghapusan pegawai non ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan pemerintah dari pusat sampai ke daerah. (eka mita)

Menurutnya jika kebijakan ini diterapkan, akan menyebabkan pengangguran bertambah.

Saat ini saja, jumlah pegawai non ASN di lingkungan Pemkab Klungkung lebih dari 3.000 orang.

Baca juga: PEGAWAI Non ASN Dihapus, Pemkab Klungkung Lakukan Pemetaan Tenaga Kontrak

"Jika lebih dari 3.000 tenaga kontrak dan honorer itu diberhentikan kerja, bagaimana nasibnya?.

Pengangguran kan bertambah juga.

Itu baru di Klungkung saja, belum di daerah lain," ungkapnya.

Baca juga: PEGAWAI Non ASN Dihapus, Pemkab Klungkung Lakukan Pemetaan Tenaga Kontrak

Para guru dan staff TU di Klungkung yang berstatus tenaga kontrak dikumpulkan di Wantilan Pura Kentel Bumi, Selasa (31/5). pegawai berstatus tenaga kontrak di Klungkung mulai resah, dengan wacana penghapusan pegawai non ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan pemerintah dari pusat sampai ke daerah.
Para guru dan staff TU di Klungkung yang berstatus tenaga kontrak dikumpulkan di Wantilan Pura Kentel Bumi, Selasa (31/5). pegawai berstatus tenaga kontrak di Klungkung mulai resah, dengan wacana penghapusan pegawai non ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan pemerintah dari pusat sampai ke daerah. (eka mita)

Ia pun berharap, pemerintah daerah bisa 'pasang badan' untuk menyelamatkan nasib tenaga kontrak dan honorer di Klungkung.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved