Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Tabanan

PRANK Penculikan Tabanan, Polisi Kesulitan Tentukan Status Penyidikan

Penyidik Polres Tabanan, dibuat kesulitan dengan kasus laporan palsu atau prank penculikan oleh DAT belum lama ini.Sehingga kasus ini pun belum kela

Tayang:
SHUTTERSTOCK VIA KOMPAS.COM
Ilustrasi penculikan anak. 

 

TRIBUN-BALI.COM -  Penyidik Polres Tabanan, dibuat kesulitan dengan kasus laporan palsu atau prank penculikan oleh DAT belum lama ini.

Sehingga kasus ini pun belum kelar.

Baca juga: PRANK Kasus Penculikan, Polisi Masih Tunggu Hasil Tes Psikologi DAT dan Mertua

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih perlu mendalami keterangan kedua pihak.

Untuk membuktikan yang sebenarnya.

Ilustrasi
Ilustrasi (Tribunnews)

 

Pekan depan, mertua pengarang cerita tersebut akan kembali diperiksa tambahan. 


"Kami sudah lakukan gelar perkara pekan lalu (Rabu).

Ini untuk menentukan status naik penyidikan atau tidaknya. 

Baca juga: PRANK Kasus Penculikan, Polisi Masih Tunggu Hasil Tes Psikologi DAT dan Mertua


Dari hasil penyelidikan, kata dia, ternyata ada keterangan yang perlu didalami lagi.

Terutama si DAR dan mertuanya.

Baca juga: PRANK! Wanita 19 Tahun Hanya Karang Cerita Karena Takut Dimarahi

Pasalnya, dari peristiwa laporan keterangan palsu tersebut.

Ditemukan ada perbedaan keterangan, dari dua orang tersebut yakni DAT dan mertuanya. 

Ilustrasi penculikan anak.
Ilustrasi penculikan anak. (SHUTTERSTOCK VIA KOMPAS.COM)


"Dari pasal yang kami sangkakan kemarin, ada perbedaan keterangan.

Terutama saat kami membuktikan niatnya.

Kami masih jadwalkan pekan depan memeriksa bapaknya (mertua) kembali," jelasnya.

Baca juga: PRANK Kasus Penculikan, Polisi Masih Tunggu Hasil Tes Psikologi DAT dan Mertua


Menurutnya, sejauh ini masih belum bisa membuktikan mainsterianya (niat).

Keterangan dari kedua orang tersebut, akan diperdalam lebih lanjut.

Sebab, sejak awal kepolisian memang sedikit kesulitan karena perbedaan keterangan antara DAT dengan mertuanya. 

Ilustrasi penculikan anak.
Ilustrasi penculikan anak. (SHUTTERSTOCK VIA KOMPAS.COM)


"Sebenarnya mertuanya itu jengkel, jadi tidak ada niat membantu.

Karena si DAT ini sering keluar malam.

Dan keterangan kemarin, mertuanya juga tidak ikut membantu.

Sehingga itu yang perlu kami perdalam.

Baca juga: PRANK! Wanita 19 Tahun Hanya Karang Cerita Karena Takut Dimarahi

Apakah ini ada keterlibatan mertuanya.

Atau jangan-jangan itu hanya rangkaian keterangan dari si DAT itu sendiri.

Itu yang kami sinkronkan sedikit lagi," katanya.  


AKBP Ranefli menyebutkan, saat ibi status dsri DAT masih bersifat wajib lapor.

"Sebab, laporan karangan cerita penyekapan itu sudah kami stop," imbuhnya.

Jadi penanganan itu, dilanjutkan untuk membuktikan atau membuka indikasi keterangan palsu dari DAT tersebut. 

"Siapa yang memulai, itu yang ingin kami buktikan," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved