Berita Tabanan
ASN RSUD Tabanan Mesadu ke Dewan, Pertanyakan Pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai
Puluhan ASN Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan mesadu ke DPRD Tabanan, Senin 6 Juni 2022.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Puluhan ASN Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan mesadu ke DPRD Tabanan, Senin 6 Juni 2022.
Mereka mesadu terkait tak mendapat tambahan penghasilan pegawai (TPP).
Sedangkan, pegawai layanan rumah sakit Nyitdah yang notabene sama-sama milik pemerintah daerah justru mendapatkan.
Pihak DPRD Tabanan pun siap memfasilitasi aspirasi dari para ASN RSUD Tabanan ini ke eksekutif.
Baca juga: Pemerintah Kabupaten Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan 2022
Ketua Komite Medik RSUD Tabanan, dr I Wayan Suartika Sp.OT menjelaskan, kedatangan pihaknya hanya untuk menyampailan aspirasi mengapa hanya pegawai di RSUD Tabanan yang tidak memperoleh TPP selama ini.
Sedangkan rumah sakit lainnya yakni RS Nyitdah serta tenaga medis di Puskesmas mendapat tambahan penghasilan pegawai tersebut.
"Pertimbangan kami di ASN RSUD Tabanan tidak mendapat TPP. Sementara di rumah sakit dan puskesmas mendapatkannya. Itu saja poinnya," kata dr Suartika, Senin 6 Juni 2022.
Baca juga: Dugaan Korupsi LPD Tabanan 7,3 M, Bawa Dituntut 8 Tahun Penjara, Adnyana Dewi 4 Tahun dan 9 Bulan
Menurutnya, selama ini beban kerja hampir sama di seluruh bidang.
Namun, dengan tidak mendapat TPP, pihaknya akam tetap bekerja sesuai tupoksinya masing-masing.
Artinya akan tetap memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat.
"Kita memang tidak mendapat TPP dari dulu. Sehingga kita menyampaikannya ke DPRD dulu untuk dibantu ke eksekutif. Sehingga nanti akan ada kebijakan, karena kebijakan ada di pimpinan daerah," ungkapnya.
Baca juga: PRANK Penculikan Tabanan, Polisi Kesulitan Tentukan Status Penyidikan
Dr Suartika melanjutkan, intinya hanya mengharapkan agar kita memperoleh tambahan tersebut agar sama dengan fasilitas kesehatan (faskes) milik daerah lainnya.
"Kita sudah sampaikan ke Bupati lewat Sekda juga. Kita masih menunggu jawaban mungkin masih proses," tandasbya.
Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga menegaskan, pihaknya sangat mengapresiasi sikap para ASN RSUD Tabanan untuk menyampaikan aspirasi dari hati nurani.
Baca juga: KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Bupati Tabanan ke Pengadilan Tipikor Denpasar
Sehingga pihaknya akan mengambil langkah atau menjembatani terkait aspirasi yang diserukan para pelayan kesehatan di Tabanan ini.
"Saya sangat acungkan jempol cara mereka menyampaikan aspirasi ini. Tentunya kita akan bantu untuk fasilitasi ke eksekutif. Coba bayangkan jika rumah sakit sampaikan aspirasi dengan mogok kerja, itu kan salah," kata Dirga saat dikonfirmasi.
Menurutnya, sebagai wakil rakyat pihaknya akan segera memanggil pihak eksekutif untuk membicarakan serta mencari solusinya.
Intinya, para ASN Rumah Sakit ini hanya mempertanyakan mengapa di RS Nyitdah mendapat TPP, dan fi RSUD Tabanan tidak mendapatkannya.
"Nanti ketika ada tanggapan dari ekesekutif, baru kita pertemukan ASN Rumah Sakit dengan ekaekutif. Kemungkinan setelah Hari Raya Galungan ini kita sudah mulai tindaklanjuti," tegasnya sembari menyebutkan jika satu rumah sakit diberikan ya harus diberikan semuanya, jika satu tidak (mendapat TPP), tidak semuanya.
"Harapan kami, bagaimana eksekutif memperhatikan usulan tersebut. Sekalipun dalam kondisi saat ini sehingga semua terayomi."
"Tapi yang kami dengar tadi intinya hanya menanyakan kenapa yang di RS Nyitdag dapat, dan mereka di RS Tabanan tidak dapat," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Berita Tabanan