Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Semarak Galungan di Bali Pasca Darurat Pandemi COVID-19, Turis Asing Datang Saksikan Persembahyangan

Semarak Galungan di Bali Pasca Darurat Pandemi COVID-19, Turis Asing Berdatangan Saksikan Persembahyangan Semarak Galungan di Bali Pasca Darurat Pande

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Harun Ar Rasyid
ADRIAN
Turis asing mendatangi Pura Jagatnatha menyaksikan sembahyang Hari Raya Galungan, pada Rabu 8 Juni 2022 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ratusan pemedek hilir mudik berdatangan untuk sembahyang Hari Suci Galungan di Pura Jagatnatha, Kota Denpasar, Bali, pada Rabu 8 Juni 2022.

Ramainya pemedek jika dibanding masa darurat pandemi bisa terlihat dari padatnya kendaraan yang terparkir dan lalu lalang umat Hindu mengenakan busana adat untuk bersembahyang.

Saat ini pemerintah memberikan kelonggaran bagi masyarakat dalam beraktivitas di luar rumah bahkan diperbolehkan melepas masker.

Lepas masker ini dimanfaatkan para "gek-gek" cantik untuk berfoto selfie di depan Pura Jagatnatha begitu pula keluarga-keluarga lain karena mayoritas yang datang untuk bersembahyang adalah rombongan keluarga.

Pemandangan ini jauh berbeda dengan situasi kondisi saat darurat pandemi COVID-19 di mana aktivitas ibadah banyak dibatasi dan wajib mengenakan masker di luar rumah.

Pemandangan menarik lagi tampak saat sejumlah wisatawan turis asing mendatangi pura. Mereka ingin memasuki kawasan pura tempat umat bersembahyang.

Turis asing mendatangi Pura Jagatnatha menyaksikan sembahyang Hari Raya Galungan, pada Rabu 8 Juni 2022
Turis asing mendatangi Pura Jagatnatha menyaksikan sembahyang Hari Raya Galungan, pada Rabu 8 Juni 2022 (Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro)

"Apakah anda ingin menyaksikan sembahyang di dalam ? Saya bisa berikan anda sarung untuk masuk ke dalam," tanya seorang pengurus pura.

"Oh yes, thank you," sahut dua bule perempuan itu dengan antusias mereka ingin mengetahui budaya tradisi Galungan di Bali.

Dua bule itu kemudian diarahkan ke tempat kamen lalu memakai kamen dan memasuki Pura, di dalam Pura mereka mengabadikan moment-moment sembahyang pemedek melalui kamera ponsel mereka.

Turis-turis yang datang berasal dari Eropa hingga turis Asia.

Waktu menunjukkan pukul 11.40 Wita semakin ramai pemedek yang datang bahkan sejak pagi hari, karena sembahyang galungan dibagi dalam tiga sesi berurutan dari pagi hari sampai malam hari.

"Sembahyang dibagi jadi 3 sesi. Sesi pagi dari jam 09.00-13.00, sesi siang 13.00-17.00 sore, sesi malam kurang lebih sampai jam 22.00 Wita. Biasanya masyarakat yang datang sampai jam 24.00 malam," ujar Pemimpin Pemangku di Pura Jagatnata Ida Bagus Saskara.

Pura Jagatnatha juga tampak dihiasi dengan memasang penjor dan tedung (payung), dan kain disekitar areal Pura.

Lantaran banyaknya masyarakat Hindu yang bersembahyang ke Pura Jagatnatha, ia tetap mengimbau pemedek melaksanakan protokol kesehatan. Dibalik kerinduan sembahyang bersama tentunya juga tetap berhati-hati.

"Prokes ada kelonggaran, yang penting mereka bisa jaga jarak seperti yang sudah kami atur, dan kemungkinan ada yang pakai masker dan tidak karena pemerintah sudah melonggarkan," ucapnya

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved