Berita Bangli

Pasca Hari Raya Galungan, Harga Cabai Mulai Turun

Harga cabai yang sempat meroket di pasaran kini perlahan mulai turun. Saat ini, harga cabai rawit merah di kalangan petani mencapai Rp. 60 ribu per ki

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Fredy
Arnata saat memetik cabai di kebun miliknya. Senin (13/6) 

Pasca Hari Raya, Harga Cabai Mulai Turun

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Harga cabai yang sempat meroket di pasaran kini perlahan mulai turun.

Saat ini, harga cabai rawit merah di kalangan petani mencapai Rp. 60 ribu per kilo.

Hal tersebut diungkapkan I Nengah Arnata, Senin 13 Juni 2022. 

Petani cabai asal Dusun Pucangan, Desa Kayubihi, Bangli itu mengatakan turunnya harga cabai sudah terjadi sejak dua hari lalu.

Sebut dia, beberapa hari sebelum hari raya Galungan harga cabai di tingkat petani mencapai Rp. 80 ribu hingga Rp. 90 ribu per kilo. Sehingga di pasaran mencapai Rp. 100 ribu per kilo.

"Kalau sekarang harganya Rp. 60 ribu per kilo di tingkat petani.

Sedangkan di pasaran harganya sekitar Rp. 70 ribu hingga Rp. 80 ribu per kilo," sebutnya.

Arnata saat memetik cabai di kebun miliknya. Senin (13/6)
Arnata saat memetik cabai di kebun miliknya. Senin (13/6) (Tribun Bali/Fredy)

Baca juga: Gagal di Asian Cup U23, Ini Penyesalan Eks Anak Buah Shin Tae-yong usai Vietnam Tersingkir

Baca juga: Dugaan Suap DID Tabanan, Eka Wiryastuti dan Wiratmaja Lakukan Sidang Perdana Besok

Baca juga: Operasi Patuh 2022 Siap Dilaksanakan Mulai Hari Ini hingga 26 Juni 2022, Ini Target Sasarannya!

Arnata mengatakan, naiknya harga cabai saat itu karena tingginya permintaan jelang hari raya.

Begitupun dengan turunnya harga cabai saat ini, karena karena permintaan yang mulai berkurang.

"Kalau faktor lain seperti penyakit ataupun hama yang mengakibatkan produksi menurun tidak ada," ucapnya.

Kendati saat ini harganya turun, pihaknya tak memungkiri jika harga cabai masih ada kemungkinan kembali meningkat.

Mengingat masih adanya hari raya sepeti Kuningan hingga Idul Adha, maupun kegiatan upacara adat Bali.

Disisi lain, Arnata menyebutkan dengan luas lahan 80 are, pihaknya memiliki 15 ribu pohon cabai.

Di mana jumlah produksi yang dihasilkan saat puncak panen mencapai 560 kilo.

"Biasanya puncak panen itu saat memasuki bulan ke lima. Setelah itu produksinya turun. Hanya 300 kilo panen tiap pekan," ucapnya. (mer)

BERIITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved