Berita Klungkung

Pengendalian OPT, 18 Hektar Tanaman Padi di Subak Dlod Getakan Terancam Penyakit Tungro dan Blas

Pengendalian OPT Sedini Mungkin Dilakukan, 18 Hektar Tanaman Padi di Subak Dlod Getakan Terancam Penyakit Tungro dan Blas

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
EKA MITA SUPUTRA
Putu Yasa (40), petani di desa Getakan mencabut beberapa tanaman padi miliknya yang terserang penyakit tungro, Senin (13/6). 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI - Putu Yasa (40), petani di desa Getakan sibuk mencabut beberapa tanaman padi miliknya yang terserang penyakit tungro, Senin 13 Juni 2022.

Batang pada padi itu tampak menguning, padahal tanaman padi miliknya sudah berusia sekitar 3 bulan.

" Ini terkena tungro, batang sampai daunnya menguning. Ini yang kena masih sedikit, harus segera dicegah. Kalau dibiarkan bisa meluas," ujar Putu Yasa, Senin (13/6).

Klian Subak Dlod Getakan itu juga menyampaikan, luasan lahan pertanian warga yang terkena penyakit tungro sekitar 1 hektar dan terkena penyakit blas sekitar 1 hektar. Sementara luasan lahan padi yang terancam terkena panyakit tungro dan blas total mencapai 18 hektar.

Padi yang sudah terserang organisme penganggu tanaman (OPT) tersebut dicabut, dan dibuang agar tidak meluas ke tanaman padi lainnya.

" Kami sudah melapor ke Dinas Pertanian, upaya sementara melakukan penyemprotan untuk antisipasi penyakit tanaman tidak meluas," jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida menjelaskan, penyakit tanaman tungro disebabkan oleh virus yang disebarkan wereng hijau. Sementara penyakit blas disebabkan jamur pylicularia grisea.

" Kami telah dampingi petani, untuk pengendalian organisme penganggu tanaman (OPT) di wilayah Subak Dlod Getakan. Ada laporan petani, padi warga disini diserang tungro dan blas," ujar Juanida.

Putu Yasa (40), petani di desa Getakan mencabut beberapa tanaman padi miliknya yang terserang penyakit tungro, Senin (13/6).
Putu Yasa (40), petani di desa Getakan mencabut beberapa tanaman padi miliknya yang terserang penyakit tungro, Senin (13/6). (EKA MITA SUPUTRA)

Baca juga: Berstatus Zona Kuning, Desa Takmung Klungung Bali Akan Atur Prokes Melalui Pararem di Desa Adat

Baca juga: Diklaim Hasilkan 200 Kilogram Garam Setiap 12 Hari, Metode Tunnel Dicoba di Kusamba Klungkung

Pihaknya juga telah membagikan obat pembasmi hama pada tanaman, sehingga serangan organisme penganggu tanaman tidak meluas.

“Dalam persentase serangan 10 persen ke bawah, kami anggap itu bagian dari manajemen budidaya. Untuk serangan di Subak Dlod Getaman ini masih ringan, ini (pengendalian OPT) merangsang petani untuk secepat mungkin melakukan tindakan. Kebetulan kami di dinas bisa bantu obat, walaupun sifatnya hanya perangsang,” jelas Juanida

Juanida mengatakan, jika tungro dan blas pasa padi ini lambat ditangani, bisa berakibat fatal. Selain menyebabkan penurunan produksi, yang paling parah bisa menyebabkan gagal panen.

" Sehingga kami terus ingatkan petani untuk melapor sesegera mungkin ke Dinas Pertanian, jika ada padi warga terserang organisme penganggu tanaman untuk segera melapor. Sehingga penanganan segera di lakukan, dan penyebaran padi yang terserang tidak meluas," ungkap Juanida. (mit)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved