serba serbi
KUNINGAN Tidak Boleh Mebanten Lewat Jam 12 Siang, Ini ALASANNYA
Kuningan besok 18 Juni 2022, akan menjadi hari raya penting setelah Galungan. Biasanya umat Hindu akan mebanten sebelum jam 12 siang.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Umat Hindu akan merayakan Kuningan, pada 18 Juni 2022.
Setelah sebelumnya, merayakan Galungan pada 8 Juni 2022.
Sejak lama, ada kepercayaan di dalam kehidupan masyarakat Hindu.
Bahwa saat Kuningan, tidak boleh mebanten lewat tengah hari atau lewat dari pukul 12.00 siang.
Berikut penjelasan dari sulinggih, untuk hal itu.
Baca juga: WASPADA Jangan Emosi Jelang Galungan, Itu Gangguan Sang Hyang Kala Tiga
Baca juga: HATI-HATI! Sang Hyang Kala Tiga Sebelum Galungan Bakal Menggoda
Banyak yang bertanya-tanya.
Mengapa saat Kuningan, umat Hindu diarahkan agar selesai mebanten dan sembahyang sebelum jam 12 siang.
Apakah itu hanya mitos, atau memang ada makna tersendiri dibaliknya.
Selain dari lontar Sundarigama, yang menjelaskan bahwa setelah siang hari para dewa dan roh leluhur kembali ke alam sunia.
Alasan lainnya, dijelaskan oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, kepada Tribun Bali.
Dalam kepercayaan umat Hindu di Bali.
Leluhur dan ida bhatara-bhatari, bukannya balik pada siang hari dan turun pada pagi hari.
Tetapi sebaliknya.
Baca juga: Ucapan Hari Raya Kuningan 2022 Berbahasa Bali dan Indonesia untuk Status WhatsApp dan Medsos Lainnya
Baca juga: PROMO Kuningan, Undang 20 Petani Pada Kegiatan Promo Tani di Badung
"Dalam kepercayaan umat Hindu di Bali.
Ida bhatara-bhatari sudah hadir (sudah turun), sejak Galungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-canang-sari.jpg)