serba serbi

KUNINGAN Tidak Boleh Mebanten Lewat Jam 12 Siang, Ini ALASANNYA

Kuningan besok 18 Juni 2022, akan menjadi hari raya penting setelah Galungan. Biasanya umat Hindu akan mebanten sebelum jam 12 siang.

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ilustrasi canang sari 

TRIBUN-BALI.COM - Umat Hindu akan merayakan Kuningan, pada 18 Juni 2022. 

Setelah sebelumnya, merayakan Galungan pada 8 Juni 2022. 

Sejak lama, ada kepercayaan di dalam kehidupan masyarakat Hindu. 

Bahwa saat Kuningan, tidak boleh mebanten lewat tengah hari atau lewat dari pukul 12.00 siang. 

Berikut penjelasan dari sulinggih, untuk hal itu. 

Baca juga: WASPADA Jangan Emosi Jelang Galungan, Itu Gangguan Sang Hyang Kala Tiga

Baca juga: HATI-HATI! Sang Hyang Kala Tiga Sebelum Galungan Bakal Menggoda 

Warga sedang membeli sejumlah sarana upakara seperti tamiang, endongan, ter ataupun sampian gantung di Pasar Badung, Denpasar (24/7/2015), untuk menyambut Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu (25/7/2015) hari ini. Sarana itu dipahami sebagai simbol-simbol yang identik dengan alat-alat perang atau simbol perlindungan diri.
Warga sedang membeli sejumlah sarana upakara seperti tamiang, endongan, ter ataupun sampian gantung di Pasar Badung, Denpasar (24/7/2015), untuk menyambut Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu (25/7/2015) hari ini. Sarana itu dipahami sebagai simbol-simbol yang identik dengan alat-alat perang atau simbol perlindungan diri. (Tribun Bali)

Banyak yang bertanya-tanya.

Mengapa saat Kuningan, umat Hindu diarahkan agar selesai mebanten dan sembahyang sebelum jam 12 siang.

Apakah itu hanya mitos, atau memang ada makna tersendiri dibaliknya.

Selain dari lontar Sundarigama, yang menjelaskan bahwa setelah siang hari para dewa dan roh leluhur kembali ke alam sunia.

Alasan lainnya, dijelaskan oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, kepada Tribun Bali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved